Berita Kota Yogya Hari Ini

BPKP Kawal Penyaluran BLT BBM, Realisasi Sentuh 95,9 Persen

Realisasi penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) dampak kenaikan harga BBM di seluruh Indonesia telah mencapai 19,7 juta orang, atau 95,9 persen.

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Kota Yogya 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Realisasi penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) dampak kenaikan harga BBM di seluruh Indonesia telah mencapai 19,7 juta orang, atau 95,9 persen.

Penyaluran bansos sendiri mendapat pengawalan dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Upaya tersebut, dalam rangka pengawasan, agar bansos yang diberikan oleh pemerintah bisa cepat, akurat dan tepat sasaran.

Direktur Pengawasan Bidang Sosial dan Penanganan Bencana BPKP, Michael Rolandi mengatakan, pengawalan program bantuan dilakukannya melalui diseminasi petunjuk teknis pengawasan. 

Baca juga: Ternyata Ini Alasan Kenapa Prilly Latuconsina Bisa Mengajar di UGM, Bukan karena Privilege

"BPKP konsisten mengawal program bantuan, yang bertujuan untuk meringankan beban pengeluaran masyarakat tidak mampu di tengah tingginya harga BBM," katanya, melalui keterangan tertulis yang diterima Tribun Jogja, Kamis (29/9/2022).

Adapun pengawalan dan pengawasan yang dilakukan BPKP, mulai dari tahap perencanaan sampai dengan pendistribusian. 

"Tujuannya, tentu untuk memastikan proses perencanaan sampai dengan penyaluran BLT BBM dilakukan sesuai ketentuan dan prosedur yang ada," cetus Michael.

Sebelumnya, Presiden RI, Joko Widodo pun menandaskan, bahwa penyaluran bansos sudah hampir terselesaikan. 

"Realisasi sampai hari ini sudah 19,7 juta penerima manfaat. Artinya, sudah 95,9 persen, sudah hampir selesai,” ujar Presiden.

Selain BLT BBM, pemerintah juga menyalurkan subsidi upah (BSU), sebagai kompensasi penyesuaian harga BBM. Hingga kini, uluran tersebut sudah tersalurkan ke lebih dari 7 juta pekerja, atau sekitar 48,3 persen. 

"Sudah tersalurkan 7.077.000. Artinya, sudah 48,3 persen dan ini terus berjalan dengan kecepatan yang saya lihat sangat baik. Selesai pasti, akhir tahun pasti selesai. InsyaAllah, ya," tandasnya.

Baca juga: Dinas Kebudayaan DIY Gelar Sosialisasi tentang Warisan Dunia di 14 Kelurahan DI Yogyakarta

Sementara itu, Pakar Ekonomi Universitas Bengkulu, Prof. Dr. Muhartini Salim, SE.,MM menyebut, bantalan sosial yang diberikan pemerintah ini sangat bermanfaat bagi warga masyarakat rentan.

Hanya saja, dirinya mendorong pemerintah agar terus melakukan update terhadap data penerima. Dengan begitu, bantuan yang dikucurkan benar-benar tepat sasaran.

"Bantalan sosial ini tepat, ya, sebagai upaya untuk memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga di tengah pengalihan subsidi BBM dan kenaikan harga bahan pokok," jelasnya. (aka)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved