Berita Jogja Hari Ini

Dinas Kebudayaan DIY Gelar Sosialisasi tentang Warisan Dunia di 14 Kelurahan DI Yogyakarta

Rangkaian kegiatan Dinas Kebudayaan DIY (Kundha Kabudayan), dalam meningkatkan pemahaman dan peran aktif seluruh komponen masyarakat dan Kelompok

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Kurniatul Hidayah
Istimewa
Kegiatan Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY, dalam meningkatkan pemahaman dan peran aktif seluruh komponen masyarakat dan Kelompok masyarakat di wilayah Sumbu Filsosofi terhadap pelestarian warisan budaya, dengan mengadakan kegiatan sosialisasi. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Rangkaian kegiatan Dinas Kebudayaan DIY (Kundha Kabudayan), dalam meningkatkan pemahaman dan peran aktif seluruh komponen masyarakat dan Kelompok masyarakat di wilayah Sumbu Filsosofi terhadap pelestarian warisan budaya, dengan mengadakan kegiatan sosialisasi.

“Kegiatan sosisalisasi ini dilakukan di 14 kelurahan yang masuk ke dalam sumbu filosofi,” Kata Kepala Seksi Edukasi, Humas, Monitoring dan Evaluasi Balai Pengelolaan Kawasan Sumbu Filosofi Muhammad Tri Qumarul H S.Stp.

Acara sosialisasi dilakukan di aula kelurahan masing masing. Acara dilakukan tanggal 06 – 15 September 2022.

Baca juga: Ini Dia Daftar Harga Hp Oppo A Series Mulai Harga 1 Jutaan, Cek Di Sini

“Dalam kegiatan saat ini memang kami ingin agar yang jadi narasumbernya adalah peserta pelatihan yang telah mengikuti pelatihan yang kami selenggarakan tempo lalu” tambah Qumarul.

Ia juga mengatakan bahwa kegiatan ini dilakukan dalam dua sesi untuk masing-masing kelurahan.

Maksud dari kegiatan tersebut, lanjutnya,alah untuk memberikan sosialisasi yang bermuatan edukasi dan mengajak peran serta seluruh komponen masyarakat dan kelompok masyarakat terkait dalam program dan usaha pelestarian warisan budaya dan persiapan masyarakat di sekitar kawasan yang dinominasikan dalam Agenda Visitasi yang akan diselenggarakan oleh UNESCO khususnya.

Sasaran pelaksanaan kegiatan ini di antaranya ialah terciptanya kesadaran dan pemahaman serta peran aktif masyarakat Yogyakarta khususnya yang ada di sekitar kawasan yang dinominasikan sebagai Warisan Budaya Dunia terhadap usaha pelestarian warisan budaya demi terwujudnya Yogyakarta sebagai Warisan Budaya Dunia.

Peserta Sosialisasi terdiri dari perwakilan PKK, Karang Taruna, dan juga Pegiat Budaya / Wisata dari masing masing kelurahan Kawasan Sumbu Filosofis.

“Acara seperti ini pastinya sangat bermanfaat bagi warga di area yang termasuk dalam sumbu filosofis khususnya Patehan karena jangan sampai kita yang tinggal di lingkungan sumbu filosfis kurang tahu atau bahkan kurang peduli dengan adanya sumbu filosofis tersebut,” kata Lurah Patehan, Sigit dalam sambutannya.

Baca juga: Sejarah Lubang Buaya G30S 1965, Tempat Pembuangan Jasad 7 Pahlawan Revolusi Indonesia

Dengan terwujudnya Yogyakarta sebagai Warisan Budaya Dunia, tidak semata-mata Yogyakarta menginginkan statusnya saja, namun ada hal yang lebih penting lagi dari sekedar sebuah status, yaitu tata ruang Kota Yogyakarta yang dibangun oleh Pangeran Mangkubumi ini tetap terlestarikan.

Oleh karena itu, upaya mewujudkan cita-cita Yogyakarta sebagai warisan budaya dunia perlu mendapat dukungan dari Kraton, Pemerintah Daerah DIY, Pemerintah Kota Yogyakarta, dan Pemerintah Kabupaten Bantul, serta masyarakat.

Adapun di antara manfaat ketika Yogyakarta jadi Warisan Budaya Dunia adalah Pelestarian dinamis baik unsur tangible maupun intangible sehingga menjadi creative city dan Meningkatkan kunjungan wisata yang mempunyai multiple effect. (Rls)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved