Berita Kota Yogya Hari Ini

Satpol PP DIY Terjunkan 50 Personel untuk Tertibkan Bangunan di Bantaran Kali Code Brontokusuman

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) selaku eksekutor dalam pembongkaran bangunan semi permanen di bantaran Kali Co

Penulis: Miftahul Huda | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM/Miftahul Huda
Satu alat berat digunakan untuk penertiban bangunan semi permanen di bantaran kali code, Rabu (28/9/2022) 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) selaku eksekutor dalam pembongkaran bangunan semi permanen di bantaran Kali Code , mengklaim sudah menjalankan fungsinya sesuai aturan.

Hal itu disampaikan Kabid Penegakan Peraturan Daerah (Perda) Satpol PP DIY , Nur Hidayat, saat dijumpai di Kampung Brontokusuman, Kemantren Mergangsan, Kota Yogyakarta .

Menurut Nur Hidayat, setiap orang, badan hukum, atau instansi tertentu yang menempati lahan negara harus bersedia untuk tertib.

Baca juga: Air Sungai di Kota Yogyakarta Semakin Tercemar, Kondisi Kali Code Paling Baik

"Karena itu sudah diatur dalam Perda nomor 2 Tahun 2017 tentang Tantribum Linmas (ketentraman, ketertiban umum dan perlindungan masyarakat)," katanya, Rabu (28/9/2022).

Dia mengatakan, Satpol PP DIY siap untuk menertibkan bangunan yang melanggar ketentuan yang ada di wilayah DIY.

Dalam upaya pembongkaran pada Rabu siang, pihaknya telah menerjunkan sekitar 50 anggota Satpol PP DIY serta Satpol PP Kota Yogyakarta.

"Kami tentunya siap untuk menertibkan lokasi-lokasi lahan negara yang disalahgunakan," jelasnya.

Selain dari Satpol PP DIY dan Kota Yogyakarta , penertiban bangunan semi permanen juga dikawal TNI dan Polri.

Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan BBWSSO, Antyarsa Ikana Dani menjelaskan, penertiban bangunan  mengacu pada UU No.17/2019 Tentang Sumber Daya Air dan Peraturan Menteri PUPR No. 28/2015 tentang Penetapan Garis Sempadan Sungai dan Garis Sempadan Danau. 

Dalam aturan itu disebut bahwa area sempadan sungai merupakan area yang terlarang untuk mendirikan bangunan tanpa adanya izin, sebab dapat menggangu fungsi sungai.

"Jumlah bangunan yang ditertibkan awalnya 15 bangunan. Namun seiring berjalannya waktu, sebagian masyarakat dengan kesadaran sendiri telah membongkar bangunannya sehingga tersisa 8 bangunan. Itupun sebagian dari masyarakat sudah sepakat untuk segera membongkar sendiri bangunannya," katanya, di temui di lokasi, Rabu (28/9/2022).

Baca juga: Kaukus Perempuan Parlemen DPRD Kulon Progo Optimalkan Pemanfaatan Bank Sampah Bernilai Ekonomi

Dia menjelaskan, upaya penertiban sempadan Kali Code di Mergangsan sudah melalui proses yang tertib dan panjang, baik secara administrasi, hukum, maupun sosial. 

"Rencana penertiban sudah bermula dari tahun 2019, di mana Pemkot Jogja berkoordinasi dengan BBWSSO untuk menertibkan bangunan tanpa izin di sempadan Sungai Code, Brontokusuman, Mergangsan," ujarnya. 

Rencananya, setelah bangunan di Kampumg Brontokusuman itu diratakan, lahan bekas bangunan semi permanen itu akan dimanfaatkan sebagai ruang terbukau hijau. (hda)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved