Berita Kulon Progo Hari Ini

Kaukus Perempuan Parlemen DPRD Kulon Progo Optimalkan Pemanfaatan Bank Sampah Bernilai Ekonomi

Kaukus Perempuan Parlemen (KPP) DPRD Kulon Progo menggelar Semiloka bertemakan Optimalisasi Pemanfaatan bank sampah Untuk Meningkatkan Perekonomian

TRIBUNJOGJA.COM/Sri Cahyani Putri Purwaningsih
Semiloka KPP DPRD Kulon Progo bertema Optimalisasi Pemanfaatan Bank Sampah Untuk Meningkatkan Perekonomian Masyarakat di Balkondes Sentolo, Rabu (28/9/2022). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Sri Cahyani Putri Purwaningsih

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Kaukus Perempuan Parlemen (KPP) DPRD Kulon Progo menggelar Semiloka bertemakan Optimalisasi Pemanfaatan bank sampah Untuk Meningkatkan Perekonomian Masyarakat. 

Diharapkan dari semiloka tersebut, persoalan yang dihadapi setiap bank sampah bisa segera teratasi.

Sehingga pemanfaatan bank sampah dapat meningkatkan perekonomian masyarakat. 

Baca juga: PSIK Klaten Menang Atas AT Farmasi Surakarta, Bupati Sri Mulyani: Alhamdulillah Ini Awal yang Baik

"Jadi kita rumuskan dan mensupport bank sampah yang sudah berjalan di Kulon Progo bisa menghasilkan keuntungan. Karena permasalahan yang ditemukan (bank sampah) berbeda. Seperti, ada desa yang sudah mau mengalokasikan anggarannya untuk honor petugas sementara desa lainnya belum. Persoalan harus kita maping, kita rumuskan kebijakan seperti apa," kata Akhid Nuryati, Ketua DPRD Kulon Progo di sela semiloka di Balkondes Sentolo, Rabu (28/9/2022). 

Kepala Bidang Tata Lingkungan, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kulon Progo, Tristijanti melanjutkan, jajarannya menginisiasi setiap pedukuhan atau kalurahan terbentuk satu bank sampah

Langkah tersebut juga sesuai tupoksinya dalam mengurangi permasalahan sampah di Kulon Progo

DLH Kulon Progo mencatat ada 117 bank sampah yang sudah terbentuk. Untuk itu, pihaknya mencoba agar bank sampah yang terbentuk bisa berjalan sesuai harapan yakni mengelola sampah secara 3R (reduse, reuse dan recycle). 

"Maka dari itu, (semiloka) hari ini ada dari dewan dan akademisi agar saling berkolaborasi. Dari sisi dewan terkait penganggaran sementara akademisi dari sisi teknisnya. Karena ada persoalan yang tidak bisa kami selesaikan," ucapnya. 

Menurutnya, keberadaan bank sampah sudah cukup efektif untuk mengurangi penumpukan sampah. Berdasarkan kebijakan strategis daerah (jakstrada) 2020, target pengurangan sampah dari 22 persen telah terealisasi 24 persen. Sementara target 2021 sebesar 25 persen terealisasi lebih dari 26 persen.

Selama ini, lanjut Tri, sampah residu di Kulon Progo juga belum bisa terkelola dengan baik sehingga harus dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Sedangkan, DLH mendapatkan informasi dari Persikindo bahwa mereka sudah bisa mengolah sampah residu menjadi barang yang bermanfaat.

Sehingga kolaborasi dengan Persikindo nantinya bisa mencegah TPA Banyuroto di Kapanewon Nanggulan tidak cepat penuh. 

Baca juga: Pemkot Magelang Dorong Produk UMKM Bisa Tembus Pasar Internasional

Ada beberapa cara dalam pengelolaan sampah anorganik menjadi barang kreasi. Sebagai contoh, pencacahan sampah plastik menjadi palet yang bernilai ekonomis.

DLH juga mendorong supaya barang yang diberikan kepada bank sampah seperti mesin pencacah bisa dimanfaatkan dengan melibatkan beberapa bank sampah.

Dikarenakan, kapasitas mesin dengan bahan baku tidak seimbang jika hanya terdapat satu bank sampah

"Makanya, kami soundingkan dengan teman-teman dari Persikindo sebagai wadah organisasi kaum perempuan pelaku ekonomi kreatif untuk meningkatkan keahlian, kualitas dan kuantitatif," kata Tristijanti. (scp) 

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved