Berita Kota Yogya Hari Ini

Air Sungai di Kota Yogyakarta Semakin Tercemar, Kondisi Kali Code Paling Baik

Indeks Kualitas Air (IKA) sungai di Kota Yogyakarta menunjukkan gelagat kurang menyenangkan. Bagaimana tidak, dalam kurun tiga tahun terakhir, tren

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM/Azka Ramadhan
Aliran Sungai Code yang melintasi Kemantren Gondomanan, Kota Yogyakarta. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Indeks Kualitas Air (IKA) sungai di Kota Yogyakarta menunjukkan gelagat kurang menyenangkan. Bagaimana tidak, dalam kurun tiga tahun terakhir, tren pencemaran terpantau semakin parah.

Pada 2019 lalu, IKA sungai di Kota Yogyakarta masih berada di angka 41.

Kemudian, pada semester dua tahun 2022 ini, angkanya telah merosot hingga 38.44.

Data itu didapat dari pemantauan di empat sungai, meliputi Code, Gajahwong, Winongo, hingga Manunggal.

Baca juga: Kaukus Perempuan Parlemen DPRD Kulon Progo Optimalkan Pemanfaatan Bank Sampah Bernilai Ekonomi

Kepala Bidang Perencanaan dan Pengendalian Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta, Feri Edi Sunantyo berujar, rata-rata sungai di wilayahnya memang telah tercemar oleh berbagai macam limbah.

Hanya saja, ia menandaskan, setiap sungai punya karakteristik masing-masing, sehingga tingkat pencemarannya pun saling berlainan. Saat ini, katanya, Sungai Code yang berada dalam kondisi paling baik IKA-nya.

"Code tampaknya lebih stabil, karena ada program Madep Munggah Mundur (3M) yang membuat masyarakat bertanggungjawab atas kebersihan sungai, dan jadi lebih baik dari tiga sungai lainnya," katanya, Rabu (28/9/222).

"Sementara kalau Manunggal, walaupun kecil, tetapi memiliki risiko tinggi, karena lokasinya  sempit dan padat penduduk," lanjut Feri.

Baca juga: Pemkot Magelang Dorong Produk UMKM Bisa Tembus Pasar Internasional

Dijelaskannya, untuk menangani empat sungai di Kota Yogyakarta, pihaknya mengerahkan 40 personel untuk pemantauan rutin.

Masing-masing 10 personel di Winongo, 15 di Code, 10 di Gajahwong, serta lima di Manunggal.

"Mereka juga menyiapkan kantong untuk menampung kotoran di permukaan air saat siang hari, lalu ditimbang dan dilaporkan sesuai data jumlah kotoran sampah dan dikirim ke TPS," ungkapnya. (aka)

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved