Berita Kabupaten Magelang Hari Ini

Atasi Masalah Kesehatan Lingkungan, Pemkab Magelang Gandeng HAKLI

Pemkab Magelang menggandeng Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia ( HAKLI ) dalam mendukung program pemerintahannya.

TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Kabupaten Magelang 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Untuk pmeningkatkan kesadaran kesehatan di masyarakat, Pemkab Magelang menggandeng Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia ( HAKLI ) dalam mendukung program pemerintahannya.

Asisten Pemerintahan dan Kesra Kabupaten Magelang , Nanda Cahyadi Pribadi mengatakan, situasi pandemi covid-19 selama kurun waktu 3 tahun terakhir membuat kesadaran bahwa kesehatan menjadi ujung tombak.

"Meskipun pandemi sudah mengalami penurunan, pembangunan kesehatan yang berkelanjutan tetap menjadi komponen penting dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, salah satunya melalui pembangunan kesehatan lingkungan,"ungkapnya pada Minggu (25/09/2022).

Baca juga: Bupati Magelang Lantik Lima Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Pemkab Magelang

Ia melanjutkan, apalagi keberhasilan sebuah pembangunan kesehatan terutama bidang lingkungan merupakan merupakan tugas bersama, baik pemerintah dan masyarakat.

Tentunya, hal itu sejalan dengan dinamika  yang berkembang yakni berorientasi pada kesehatan masyarakat dan juga berbagai konsep diluar kesehatan masyarakat.

"Contohnya, pelestarian alam, sistem lingkungan, dan bidang lainnya mempunyai peran strategis dalam upaya tercapainya kualitas hidup manusia yang sehat, aman, nyaman dan bersih. Sambut baik kerja sama ini,"tuturnya.

Terlebih, Pemkab Magelang juga memiliki program lintas sektoral dalam menangani kesehatan lingkungan, seperti penganan penyakit berbasis lingkungan penyebab di antaranya Stunting, DBD, dan TBC.

"Untuk mengatasi itu, kami sudah lakukan dengan solusu media pengelolaan sampah hingga penggunaan sanitasi layak dan bersih. Program ini terbukti menurunkan penyakit-penyakit tersebut salah satunya angka stunting," ucapnya.

Adapun,  berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) capaian angka stunting selama lima tahun terakhir di Kabupaten Magelang mengalami penurunan yang cukup signifikan, berada pada angka 37,58 persen pada Tahun 2017, dan pada tahun 2021 berdasarkan data aplikasi elektronik-Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis masyarakat (e-PPGBM) angka stunting turun menjadi 14,76 persen.

"Sehingga dengan bermitra bersama HAKLI diharapkan bisa lebih bakk. Apalagi, HAKLI yang memiliki peran penting sebagai mitra pemerintah karena dapat menjadi penguat dalam menjaga konsistensi pengawasan kualitas air minum dan sanitasi aman pada masyarakat melalui pembangunan berkelanjutan. Sehingga, kualitas kesehatan masyarakat akan meningkat," ucapnya.

Baca juga: Pemkab Magelang Sebut Kirab Budaya G20 Mampu Tumbuhkan Kreativitas dan Perekonomian Masyarakat 

Ketua Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI) Kabupaten Magelang , Darkam menyampaikan, apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten yang selama ini telah mendukung dan telah mensupport kegiatan HAKLI.

"Tentu harapan kami ke depan HAKLI bisa lebih memberikan kontribusi kepada masyarakat dalam hal pembangunan kesehatan di bidang lingkungan," ungkapnya.

Sementara Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang , Sunaryo menambah bahwa belum lama ini Pemerintah Kabupaten Magelang baru saja menerima penghargaan sebagai peringkat pertama aksi percepatan penurunan Stunting di Jawa Tengah.

"Inilah salah satu bukti kerja keras dan peran serta pemerintah serta stakeholder terkait dalam melakukan percepatan penurunan Stunting di Kabupaten Magelang. Kami berharap hal ini bisa terus ditingkatkan kembali termasuk dalam penanganan DBD dan TBC," ujar, Sunaryo. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved