Perang Rusia Ukraina
Artileri Ukraina Serang Donetsk, Enam Orang Meninggal Dunia
Artileru Ukraina menyerang kota Donetsk, enam warga meninggal dunia. Serangan juga terjadi ke Melitopol.
Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
TRIBUNJOGJA.COM, DONETSK – Sedikitnya enam warga Donetsk tewas ketika peluru artileri yang ditembakkan pasukan Ukraina menghantam bus di sekitar pasar utama kota tersebut, Kamis (21/9/2022).
Informasi ini disampaikan Wali Kota Donetsk, Alexey Kulemzin, dikutip Russia Today. Enam orang lainnya terluka. Salah seorang korban luka diidentifikasi sebagai remaja.
Pasukan pertahanan Republik Rakyat Donetsk (DPR) merilis rekaman dari apa yang mereka katakan sebagai akibat dari serangan Ukraina.
Baca juga: Presiden Putin : Rusia Tak Menggertak Jika Harus Pakai Senjata Nuklir
Baca juga: Apa Makna Mobilisasi Pasukan Rusia, Ini Penjelasan Pakar Geopolitik Belgia
Baca juga: Menlu Rusia Sergey Lavrov : AS Ingin Pertahankan Dominasi Global
Terlihat sebuah bus yang rusak berat di sebuah jalan dan apa yang tampak seperti orang mati dengan pakaian sipil tergeletak di sebelahnya.
Korban sipil yang lebih jelas dapat dilihat di video lain yang konon meninggal di tempat kejadian.
Sebelumnya pada hari itu, Kepala Administrasi Melitopol, sebuah kota yang dikuasai Rusia di Wilayah Zaporozhye Ukraina, melaporkan ledakan di pasar kota.
Ledakan itu melukai enam orang tetapi tidak merenggut nyawa. Otoritas DPR secara teratur melaporkan serangan artileri oleh pasukan Ukraina yang menargetkan berbagai bagian Donetsk.
Awal pekan ini, Republik Donetsk dan Republik Lugansk, serta bagian dari Ukraina yang didominasi warga Rusia, wilayah Kherson dan Zaporozhye, mengumumkan niat bergabung Rusia.
Kiev menolak rencana referendum tersebut, dan mengancam setiap peserta dengan tuntutan pidana.
Andrey Yermak, Kepala Staf Presiden Ukraina Vladimir Zelensky, menanggapi berita tersebut dengan mengatakan Ukraina akan menyelesaikan masalah Rusia secara paksa.
Sementara di Melitopol, ibu kota de facto wilayah Zaporozhye Ukraina yang dikuasai Rusia, tiga orang terluka akibat ledakan bom Kamis pagi.
Ledakan itu terjadi di dekat pasar pusat kota, kata kepala pemerintahan setempat, Vladimir Rogov kepada RIA Novosti, mengutip laporan awal.
Luka para korban digambarkan tidak mengancam jiwa, tetapi cukup serius untuk memerlukan perawatan di rumah sakit. Jumlah korban kemudian dinaikkan menjadi enam.
Rogov menuduh Kiev berada di balik insiden itu. Dia mengatakan itu adalah upaya untuk meneror penduduk di wilayah itu sebelum referendum.
Melitopol berfungsi sebagai ibu kota de facto dari bagian Wilayah Zaporozhye Ukraina di bawah kendali Rusia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Rudal-Rusia-Hancurkan-Pusat-Komando-Militer-Ukraina-di-Wilayah-Severodonetsk.jpg)