Berita Sleman Hari Ini

Jalan Panjang Relokasi SDN Banyurejo 1 yang Terdampak Tol Yogya-Bawen 

SDN Banyurejo 1 Tempel Sleman menjadi salah satu sekolah terdampak pembangunan jalan Tol Yogya-Bawen . Hingga saat ini, gedung sekolah

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM/ Ahmad Syarifudin
Area di sekitar Gedung SDN I Banyurejo mulai dilakukan pembangunan jalan Tol Yogya-Bawen. 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - SDN Banyurejo 1 Tempel Sleman menjadi salah satu sekolah terdampak pembangunan jalan Tol Yogya-Bawen . Hingga saat ini, gedung sekolah tersebut belum direlokasi.

Padahal, pembangunan jalan tol sepanjang 76 kilometer itu sudah mulai berjalan di seputar area sekolah yang tentu berdampak pada proses belajar mengajar siswa. 

Kepala Bidang Aset, BKAD Sleman Widodo mengatakan, belum direlokasinya gedung sekolah ini karena ada masalah.

Baca juga: Dugaan Pungli di SMKN 2 Yogyakarta, Wakil Ketua DPRD DIY: Klarifikasi Dulu Kejadiannya

Menurut dia, bangunan gedung SDN Banyurejo 1 eksistingnya adalah tanah milik warga yang ditukar dengan tanah kas desa (TKD).

Proses tukar menukar tanah antara warga dengan pihak Pemerintah Kalurahan ini terjadi sejak lama.

Secara de facto, mereka sudah saling menguasai tetapi secara de jure atau berdasarkan hukumnya belum ditindaklanjuti. 

"Sekolah masih miliknya warga dan yang dipakai warga itu miliknya kas desa. Sekarang sedang proses perizinan menjadikan tanah warga itu menjadi tanah kas desa," kata Widodo, Kamis (15/9/2022). 

Proses pertukaran ini, menurut Widodo dilakukan dengan sistem ruislag atau tukar guling dan saat ini sedang berproses di Dispertaru DIY melalui Dispertaru Sleman.

Baru setelah ruislag selesai, maka tahapan selanjutnya adalah mengurus perizinan ke Gubernur untuk pembebasan tanah berkarakter khusus tersebut. 

Disinggung rencana lahan relokasi, Widodo mengaku masih menunggu proses ruislag rampung terlebih dahulu.

Setelah rampung, baru bisa menentukan lokasi sekolah baru. Apakah akan ditempatkan di tanah baru atau tanah hasil ganti rugi. 

"Kan itu belum diputuskan. Tapi prinsipnya kalau KBM siswa terganggu sedikit banyak pasti terganggu. Tapi prinsipnya tol tidak akan menggusur sebelum ada bangunan gantinya," kata dia. 

Terpisah, Kepala Dispertaru Sleman Mirza Alfansury saat dikonfirmasi masih enggan menjelaskan terkait proses rencana relokasi gedung SDN Banyurejo 1 Tempel. Ia menyarankan untuk menanyakan hal tersebut kepada PPK Pengadaan lahan jalan tol Jogja Bawen. 

"Coba cari nomor telepon PPK Tol Yogya-Bawen ya. Biar pasti jawabannya," kata dia. 

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pengadaan Lahan Jalan Tol Yogya-Bawen, M. Mustanir sebelumnya mengatakan, berdasar informasi yang didapat, Komite SDN 1 Banyurejo sebenarnya sudah mengusulkan tanah pengganti yang rencananya akan digunakan untuk membangun gedung baru.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved