Tim PkM Universitas Ahmad Dahlan Beri Pelatihan Penyusunan Modul Bahasa Arab untuk Guru SD

Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) melaksanakan pelatihan penyusunan modul bahasa Arab berbasis Al-Islam

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Kurniatul Hidayah
istimewa
Pelatihan penyusunan modul bahasa Arab berbasis Al-Islam dan Kemuhammadiyahan untuk guru SD Muhammadiyah Ambarbinangun yang digelar Tim PkM UAD, Selasa (13/9/2022) lalu. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) melaksanakan pelatihan penyusunan modul bahasa Arab berbasis Al-Islam dan Kemuhammadiyahan bagi guru-guru Al-Islam, Kemuhammadiyahan, dan Bahasa Arab.

Pelatihan tersebut, menyasar para tenaga kependidikan di SD Muhammadiyah Ambarbinanangun, Selasa (13/9/2022) lalu.

Tim PkM UAD sendiri terdiri 3 orang dosen Prodi Bahasa dan Sastra Arab (BSA) UAD, yaitu Ahmad Zaki Annafiri, S.Pd.I, M.Ed., A. Syahid Robbani, M.Pd., Fitria Sari Yunianti, Ss., M.Hum, dan satu orang mahasiswa, Royan Masdaudi. 

Baca juga: DPRD Kota Magelang Sambut Positif Hasil Kesepakatan Pengembalian Aset Gedung Eks Mako Akabri 

"Pelatihan ini bertujuan untuk mematangkan materi-materi bahasa Arab yang diajarkan, serta mengintegrasikan sub-sub mata pelajaran dalam Ismuba," tandas Ketua Tim PkM UAD, Ahmad Zaki Annafiri, S.Pd.I, M.Ed., Rabu (14/9/2022).

Dijelaskannya, pelatihan terdiri dari dua sesi. Yakni, sesi pertama pada 6 September 2022 silam, berupa Pelatihan Penyusunan Modul Bahasa Arab Berbasis AIK kepada para guru, dilanjutkan dengan sesi kedua pada 13 September 2022, berupa pengajaran bertajuk ‘Fun Arabic’ bagi para siswa 

"Untuk sesi kedua, tim PkM dibantu 3 orang mahasiswa BSA UAD, meliputi Muhammad Shalahuddin, Eka Laila Fithria Nita, dan Vivi Alfiyah Rizki," tandasnya.

Baca juga: Manajemen PSIM Yogyakarta Tak Ubah Target, Optimis Masih Bisa Promosi ke Liga 1

Zaki pun menyampaikan, pada sesi pertama, pelatihan tidak sebatas bermaterikan penyusunan modul bahasa Arab.

Tapi, juga penguatan urgensi bahasa Arab, integrasi materi-materi Ismuba, pengembangan media pembelajaran bahasa Arab, serta motede-metode pengajaran bahasa Arab. 

"Kemudian, pada sesi kedua, teori-teori tersebut langsung dipraktekkan oleh para mahasiswa, dalam proses pengajaran kepada siswa SD," pungkasnya. (aka)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved