Berita Klaten Hari Ini

Amankan Demo Tolak Kenaikan BBM di Klaten, 255 Personel Gabungan Diterjunkan

Ratusan personel gabungan itu terdiri dari unsur polisi, TNI, Satpol PP hingga Dinas Perhubungan (Dishub).

Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Almurfi Syofyan
Penampakan aksi penolakan kanaikan harga BBM di Simpang Tiga Tugu Adipura Klaten, Selasa (13/9/2022) 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Ratusan personel gabungan diterjunkan untuk mengamankan aksi massa penolakan kenaikan harga bahan bakar minyak ( BBM )  di Kabupaten Klaten , Jawa Tengah, Selasa (13/9/2022).

Wakapolres Klaten, Kompol Sumiarta mengatakan jika untuk mengamankan aksi demo penolakan kenaikan harga BBM itu, pihaknya menerjunkan 255 personel.

Ratusan personel gabungan itu terdiri dari unsur polisi, TNI, Satpol PP hingga Dinas Perhubungan (Dishub).

"Hari ini pengamanan dari Dishub 25 personel, Satpol PP 30, TNI sebanyak 50 dan jajaran Polri 150 personel sehingga ada sekitar 255 anggota yang turun untuk mengamankan kegiatan ini," ucapnya ditemui di sela pengamanan aksi itu.

Baca juga: Penolakan Kenaikan Harga BBM Meluas, Ormas di Klaten Gelar aksi Demo di Simpang Tugu Adipura

Menurut Wakapolres, selama aksi demo kenaikan BBM itu, untuk arus lalu lintas jalan Yogyakarta-Solo di Simpang Tiga Adipura Klaten aman terkendali.

"Untuk pengalihan arus kendaraan besar yang masuk ke kota kita geser ke by pass baik dari arah Jogja menuju Solo maupun sebaliknya, sejauh ini aman terkendali," tukasnya.

Perwakilan massa aksi, Nanang Nuryanto menjelaskan bahwa aksi tolak kenaikan BBM itu melibatkan sekitar 400 massa yang berasal dari 16 organisasi dan komunitas.

Ratusan peserta aksi terpaksa turun ke jalan karena menyuarakan keresahan yang dialami oleh masyarakat karena naiknya harga BBM .

"Pagi sampai siang ini Aliansi Laskar Islam Klaten serta segenap elemen yang ada mengadakan aksi menuntut pemerintah mengkaji dan menurunkan harga BBM yang jelas-jelas menyengsarakan rakyat," ujarnya saat ditemui di sela-sela aksi itu.

Ia mengatakan, naiknya harga BBM yang diputuskan oleh pemerintah pusat sangat tidak tepat karena ekonomi rakyat masih terpuruk akibat hantaman pandemi Covid-19.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved