Berita Otomotif Terkini

Restorasi Honda Astrea Prima Limited Edition 1991

Dengan segala tantangannya, upaya melakukan restorasi dan rekondisi tetap dilakukan demi mengembalikan motor ke wujud aslinya saat keluar pabrik.

Penulis: Hanif Suryo | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Hanif Suryo
Honda Astrea Prima Limited Edition 1991 garapan bengkel 'Bebek Restorasi'. 

TRIBUNJOGJA.COM - Di tengah maraknya motor baru berbekal teknologi canggihnya, ada sebagian orang yang tetap setia merawat motor lama.

Kini, tren motor lama mulai kembali naik daun dan menjadi warna tersendiri di tengah munculnya motor-motor keluaran baru.

Jangan heran, banyak bermunculan motor lama hasil rekondisi dan restorasi.

Rekondisi motor lama memang tergolong tidak mudah, karena parts yang sudah mulai langka di pasaran.

Namun, dengan segala tantangannya, upaya melakukan restorasi dan rekondisi tetap dilakukan demi mengembalikan motor ke wujud aslinya saat keluar pabrik.

Satu di antaranya ialah proyek restorasi Honda Astrea Prima Limited Edition keluaran 1991 yang belum lama ini baru dirampungkan Dana Brata Fitriawan Kusuma, owner bengkel 'Bebek Restorasi'.

Baca juga: Restorasi Honda CB650 Police 1981, Hidupkan Kembali Pamor Motor Bekas Patroli dan Pengawalan

Tak mudah dan butuh proses panjang bagi bengkel yang berlokasi di Jalan Gesikan Km 7,5, Cokrokonteng, Sidoarum, Godean ini merampungkan restorasi sepeda motor milik Humas UNY, R. Dedy Herdito, M.M.

Di samping spare partnya yang mulai langka, Honda Astrea Prima Limited Edition yang hanya keluar periode Juli hingga Oktober tahun 1991 ini memiliki sejumlah perbedaan dibandingkan unit lainnya.

Sehingga Dana membutuhkan usaha ekstra untuk memburu kebutuhan spare partnya, apalagi pemilik motor menginginkan restorasi motornya secara total.

"Hampir 80 persen (spare part) Honda Astrea Prima Limited Edition 1991 ini diganti original dan baru," kata Dana.

Tantangan berburu spare part dihadapi Dana, hal tersebut tak lepas dari kondisi unit Honda Astrea Prima Limited Edition 1991 ini yang sebelumnya terbengkalai lantaran sempat terendam banjir di Imogiri, Bantul, beberapa tahun silam.

"Saat Honda Astrea Prima Limited Edition 1991 ini pertama kali masuk ke workshop kami, kondisinya lumayan parah karena beberapa tahun terbengkalai. Kondisi mesinnya mati, beberapa titik di bagian rangkanya juga keropos," terang pemuda yang tengah menempuh studi di Teknik Manufaktur UNY ini.

Diterangkan Dana, sejumlah perbedaan yang dimiliki Honda Astrea Prima Limited Edition di antaranya komponen kaki-kakinya berwarna abu-abu gelap.

Sedangkan unit biasa, warna kaki-kakinya oalah silver.

Baca juga: Restorasi Motor Gaib Suzuki Satria 120S Test Ride 1998

Selanjutnya, bagian kulit jok Honda Astrea Prima Limited Edition ini berwarna abu-abu, sedangkan unit biasa dibekali kulit jok berwarna hitam.

Di bagian sayap atau tebeng body Honda Astrea Prima ini tertera stiker Limited Edition, demikian pula di bagian tutup aki.

"Unit ini hanya diproduksi dalam periode yang sangat singkat. Harga jualnya pun dulunya lebih tinggi, ada selisihnya dibandingkan unit yang biasa," terang Dana.

"Di samping unitnya yang cukup langka, Honda Astrea Prima Limited Edition ini kini digemari kolektor sepeda motor," lanjutnya.

"Saat ini, Astrea Prima Limited Edition di pasaran dibanderol mulai Rp 10 juta hingga tembus Rp 20 juta untuk unit yang sudah direstorasi. Harganya bisa lebih, kalau tangan pertama dan full original," tambah dia.

Mengenai proses restorasinya, Dana menjelaskan bahwa yang ia garap meliputi bongkar bagian mesin, repaint bagian rangka dan body, serta membuat tampilan baut-bautnya seperti baru dengan galvanis ulang dan elektroplating.

"Mesin kami turunkan dan belah total. Kebetulan ownernya minta oversizenya dibikin normal kembali. Dari oversize 75, kami ganti blok mesin dan pistonnya menjadi oversize 0," terang Dana.

"Selanjutnya, silinder head dan karburasi kami vapor blasting. Beberapa titik rangka yang keropos kami las," tambah dia.

Justru menurut Dana, kendala tersulit dalam proses restorasi ini ialah mencari cover jok berwarna abu-abu yang baru.

"Sudah carinya sulit, apabila ada pun di pasaran bisa mencapai Rp 1 jutaan. Belum lagi knalpot orisinilnya yang mencapai Rp 2,5 jutaan. Untuk biaya restorasi keseluruhan, hampir seharga 1 unit motor matic baru. Itu saja di luar harga unit motornya yang dibeli seharga Rp 8 jutaan," terang Dana.

Baca juga: Kisah Restorasi Motor Satria Hiu Viral Mancanegara, Ternyata Ulah Pehobi Asal Yogyakarta

Pernah Jadi Motor Primadona

Menilik sejarahnya, motor ini masuk ke pasar tanah air sejak tahun 1988 sebagai generasi penerus dari Honda Astrea Star.

Generasi pertama motor ini masih didatangkan langsung dari negeri Sakura, Jepang.

Selain di Indonesia motor ini juga dirilis di Malaysia dengan nama Dream EX 5 dan Cub 100 EX di Thailand.

Dibekali mesin dengan kapasitas 100 CC dengan empat percepatan, motor ini menjadi primadona kala itu.

Kelebihan lainnya dari Astrea Prima sudah dibekali dengan fitur elektrik starter.

Padahal, pada masanya untuk motor sport dengan kopling manual cuma diberikan kick starter saja.

Sementara sistem pengapiannya sudah AC-CDI, dengan aki atau accu 12V-4Ah. Busi merek NGK C7HSA atau DENSO U22FS-U.

Selain itu, desain yang stylish dengan beberapa pilihan warna membuat motor ini semakin diminati.

Astrea Prima ini merupakan motor pertama yang menggunakan fitur baru suspensi teleskopik di bagian roda depannya.

Generasi motor sebelumnya, seperti Astrea Star masih menggunakan suspensi ayun.

Perbedaan teknologi suspsensi ini bisa dirasakan ketika dikendarai dan pada saat melakukan pengereman.

Suspensi teleskopik ini pada masa itu menjadi salah satu kelebihan motor seri Honda Astrea Prima ini.

Pengendara bisa mengatur tingkat pegas suspensi dengan mengatur panjang dan pendeknya.

Baca juga: Honda CB750 K1 Tahun 1972, The First Superbike Dikustom Jadi Cafe Racer

Sementara itu, salah satu kekurangan desain motor bebek kala itu, tak dibekali dengan bagasi di bawah jok seperti motor bebek pada saat ini.

Namun, produsen motor kala itu sudah memikirkan aksesori yang difungsikan sebagai tempat menaruh barang bawaan dengan menyematkan rak dilengkapi penjepit di bagian atas slebor depan.

Rak ini bisa berfungsi menaruh jas hujan atau tas dan barang bawaan lainnya.

Honda Astrea Prima yang pertama kali dipasarkan di Indonesia pada tahun 1989 ini hadir dengan dua pilihan warna, yakni seluruhnya hitam dan kombinasi putih hitam.

Untuk warna putih hitam, yang berwarna hitam terdapat pada bagian bodi nya, sedangkan warna putih terletak di bagian sayap.

Selain itu, pabrikan Honda juga merilis Astrea Prima seri terbatas 'Limited Edition' yang dirilis pada tahun 1991, menawarkan warna semua hitam termasuk bagian sayap.

Saat ini hampir semua warna motor Honda Astrea Prima menjadi buruan para pecinta motor bebek klasik. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    Berita Populer

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved