Breaking News:

Kisah Restorasi Motor Satria Hiu Viral Mancanegara, Ternyata Ulah Pehobi Asal Yogyakarta

Di balik viralnya motor tersebut, ada 'tangan dingin' Gregorius Nugi Nugraha, pehobi Suzuki Satria asal Yogyakarta

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Iwan Al Khasni
Ist
Satria Hiu hasil restorasi Gregorius Nugi Nugraha, pehobi Suzuki Satria asal Yogyakarta. 

TRIBUNJOGJA.COM --- Dirilis terakhir kali pada awal 2005 silam, Suzuki Satria 120 R LSCM atau yang biasa disebut dengan Satria Hiu menjadi satu di antara motor bebek 2-tak yang kini langka ditemui di jalanan.

Namun pecinta motor 2-tak Tanah Air bahkan negara tetangga seperti Kamboja dan Vietnam, sempat dibuat geger lantaran beredar foto Satria Hiu kembali mejeng di dealer motor Suzuki.

Di foto tersebut Suzuki Satria 120 R LSCM berkelir merah-putih tampak bak motor baru, bersanding dengan motor sport masa kini rilisan Suzuki.

Di balik viralnya motor tersebut, ada 'tangan dingin' Gregorius Nugi Nugraha, pehobi Suzuki Satria asal Yogyakarta.

Kepada  Tribun Jogja, Nugi menceritakan keisengannya di balik foto Suzuki Hiu miliknya yang viral hingga negeri tetangga.

"Satria 2-tak ini kan bisa dibilang motor rakyat. Motor pada zamannya relatif mahal, tapi nggak mahal-mahal banget apabila dibandingkan Honda NSR, Yamaha 125 Z, atau bebek lain seperti Honda Nova Dash yang kategori high end," ujar Nugi.

"Nah karena Satria ini motor rakyat, ya penggunaannya pun berbeda dengan motor hobi yang pastinya cenderung lebih diperhatikan dari segi perawatan. Periode 2010-an, Satria ini bisa dibilang motor yang nggak ada harganya, paling harga nya dibawah Rp 5 jutaan," lanjutnya.

"Dengan harganya yang anjlok ketika itu, otomatis minat pehobi untuk melestarikan motor ini pun  kurang. Sehingga kebanyakan kondisi motor Satria 2-tak ketika ditemui ya rusak atau dalam kondisi bahan," tambahnya.

Satria Hiu hasil restorasi Gregorius Nugi Nugraha, pehobi Suzuki Satria asal Yogyakarta.
Satria Hiu hasil restorasi Gregorius Nugi Nugraha, pehobi Suzuki Satria asal Yogyakarta. (Ist)

Bercerita mengenai Satria Hiu pertamanya, Nugie mengatakan motor tersebut ia beli sekira 2018 seharga Rp 10 juta. Saat itu, bisa dibilang Suzuki Satria harganya mulai merangkak naik, bersamaan dengan diminatinya motor 2-tak lainnya.

"Fenomenanya saat itu, motor 2-tak direstorasi cuma biasa dan saya katakan nanggung. Dari situ, muncul semangat untuk merestorasi yang bagus sekalian sekaligus mengedukasi pecinta Suzuki Satria maupun motor lawas lainnya," ujarnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved