Berita Jogja Hari Ini

Harga BBM Naik, Belum Ada Penyesuaian Tarif baru Bus Trans Jogja Pada Saat Ini

Tarif bus Trans Jogja tetap sama seperti biasa meski pemerintah telah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) per Sabtu (3/9/2022) lalu.

Penulis: Miftahul Huda | Editor: Kurniatul Hidayah
Dok.Tribun Jogja/ Ahmad Syarifudin
DOKUMENTASI Dinas Perhubungan DIY saat melakukan uji coba rute ke Kaliurang menggunakan TransJogja, Jumat (17/9/2021) 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Tarif bus Trans Jogja tetap sama seperti biasa meski pemerintah telah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) per Sabtu (3/9/2022) lalu.

Direktur Utama (Dirut) PT Anindya Mitra International (AMI) Diah Puspitasari mengatakan, sampai dengan saat ini pihaknya belum melakukan penyesuaian tarif bus Trans Jogja.

Dia menjelaskan, PT AMI hanya sebagai pihak pengelola operasional bus Trans Jogja, sementara penentuan tarif menjadi kewenangan pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam hal ini menjadi tugas pokok dan fungsi dari Dinas Perhubungan (Dishub) DIY.

Baca juga: Polres Klaten Ungkap Dugaan Penimbunan BBM Bersubsidi, 16 Jeriken Diamankan

"Sejauh ini belum ada penyesuaian tarif. Tetap seperti biasa. Yang umum Rp 3.500, langganan Rp2.700 dan pelajar Rp1.200," katanya, dihubungi Senin (5/9/2022).

Meski tidak ada penyesuaian tarif tiket, dia memastikan sejauh ini tidak mengganggu operasional bus Trans Jogja.

Kendati demikian, mereka tetap menunggu arahan dari Dishub DIY apabila terdapat ketentuan baru untuk merespon kenaikan harga BBM.

"Nanti kalau misalnya ada hal-hal yang perlu disesuaikan, Dinas Perhubungan yang akan menghubungi kami. Jadi sebelum ada informasi itu kami jalan seperti biasa," ungkapnya.

Dijelaskan Diah, saat ini total bus Trans Jogja yang beroperasional sebanyak 89 armada.

Dari jumlah tersebut, PT AMI mengelola 48 armada, sementara 41 armada lainnya dikelola oleh PT Jogja Tugu Trans (JTT).

Kepala Dishub DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti menanggapi, untuk menyikapi kenaikan tarif BBM rasanya tidak mungkin jika menambah subsidi kepada pengelola agar dana operasional tetap stabil meski di tengah kenaikan harga BBM.

Begitu pula jika kenaikan harga BBM dibebankan kepada pelanggan bus Trans Jogja dengan cara menaikkan harga tiket naik bus.

"Sementara untuk tarif masih tetap sama. Subsidi kami jaga juga tidak naik. Cuma nanti kami main di jam layanan saja," kata Ni Made.

Utak-atik jam pelayanan ini dijelaskan Made, pihaknya akan memetakan koridor yang sepi pengguna.

"Misal satu jalur dia kan harus melayani dari jam 6 sampai jam 7 atau jam 9. tapi kan di situ kami tahu yang ramai dimana yang enggak dimana, dijam-jamnya itu. Nah, ini mungkin yang akan kami sesuaikan di situ," jelasnya.

"Jadi tidak serta merta kemudian kami naikkan tarif maupun kami nambah subsidi. Kami main di situ dulu sambil kami melihat situasi," sambung Ni Made.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved