Bupati Bantul Abdul Halim Muslih

Bupati Halim Sumbangkan Suara Merdunya di Panggung Peringatan Satu Dasawarsa UUK DIY

Bupati Bantul menyatakan, peringatan satu dasawarsa UU Keistimewaan DIY ini, sejatinya, merupakan satu upaya meningkatkan marwah keistimewaan.

Editor: Agus Wahyu
TRIBUNJOGJA.COM/ISTIMEWA
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih ikut menyumbangkan suaranya di panggung kesenian Peringatan Peristiwa Sejarah Satu Dasawarsa UU Keistimewaan DIY di Pendopo Parasamya Pemkab Bantul, Sabtu (3/8/2022). 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih ikut memeriahkan acara Peringatan Peristiwa Sejarah Satu Dasawarsa UU Keistimewaan DIY di Pendopo Manggala Parasamya, Sabtu (3/9/2022), dengan tampil menyanyi di panggung kesenian.

Baca juga: Bupati Halim Siap Jadikan Taman Kuliner Trirenggo Sebagai Paseban Bantul Kedua

Baca juga: Bupati Abdul Halim Minta Pelaku UMKM di Pundong Tingkatkan Produknya

Bupati Bantul menyatakan, peringatan satu dasawarsa UU Keistimewaan DIY ini, sejatinya, merupakan satu upaya meningkatkan marwah keistimewaan.

“Untuk meningkatkan marwah keistimewaan ini kita perlu berpikir reflektif. Karena, tetap tujuan akhirnya kan meningkatkan kesejahteraan segenap rakyat DIY dalam basis budaya melalui penguatan partisipatif demokratif menuju tataran panca mulia,” ujar Bupati Abdul Halim Muslih.

Karenanya, Abdul Halim Muslih mengajak seluruh warga masyarakat DIY, khususnya, Kabupaten Bantul, untuk selalu menjaga semangat membangun daerah.

halim UUK
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih bersama pengisi acara Peringatan Peristiwa Sejarah Satu Dasawarsa UU Keistimewaan DIY di Pendopo Parasamya Pemkab Bantul, Sabtu (3/8/2022).

“Mari jadikan keistimewaan DIY ini menjadi sebuah semangat untuk membangun daerah dengan pendekatan budaya Ngayogyakarta yang adi luhung,” ucap Abdul Halim ketika memberikan sambutan Peringatan Peristiwa Sejarah Satu Dasawarsa UU Keistimewaan DIY di Pendopo Manggala Parasamya, Sabtu (3/9/2022).

Acara Peringatan Peristiwa Sejarah Satu Dasawarsa UU Keistimewaan DIY tersebut dihadiri pula Dosen Sejarah UGM, Dr Sri Margana MHum. Sri Margana mengingatkan, bahwa status istimewa Yogyakarta ini bukan semata pemberian pemerintah.

“Pada kenyataanya, Daerah Istimewa Yogyakarta mampu membuktikan yang membuatnya layak disebut istimewa,” papar Sri Margana.

“Jogja ini istimewa bukan karena pemberian pemerintah. Saat Jakarta lumpuh sebagai ibukota, Yogyakarta menawarkan diri untuk menjadi ibukota baru dengan segenap kemampuan yang dimiliki. Hanya butuh beberapa minggu bagi Yogyakarta untuk menyambut dan menghidupi 17.000 penduduk baru yang merupakan pegawai pemerintahan RI. Ini adalah hasil gotong royong pemerintah dan masyarakat,” sambungnya menjelaskan.

Turut memeriahkan Peringatan Peristiwa Sejarah Satu Dasawarsa UU Keistimewaan DIY, sejumlah putra-putri asli daerah tampil melalui bakat masing-masing. Mereka, adalah Bantul Chamber Orchestra, Paksi Raras Alit, Okky Kumala, Nanda Candra, Pandika Kumajaya, dan Ardha Tatu. (ayu)
TRIBUNJOGJA.COM/ISTIMEWA
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih ikut menyumbangkan suaranya di panggung kesenian Peringatan Peristiwa Sejarah Satu Dasawarsa UU Keistimewaan DIY di Pendopo Parasamya Pemkab Bantul, Sabtu (3/8/2022).

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved