Rani Istiyani Korban Meninggal Kebakaran di Jakal Sleman Karyawan di UGM Sosoknya Dikenal Ramah

Kepala bidang Keamanan dan Ketertiban UGM, Nando bercerita Rani merupakan staf petugas jaga lapangan yang tugas sehari-harinya berjaga di pos boulevar

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Kurniatul Hidayah
istimewa
Rani Istiyani korban meninggal dalam kebakaran di Jakal Sleman, Jumat (2/9/2022) 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Pusat Keamanan, Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lingkungan (PK4L) Universitas Gadjah Mada ( UGM )berduka.

Salah satu anggotanya, Rani Istiyani, menjadi korban meninggal dunia bersama anaknya, Mora Putri Ayu dan sang Bapak, Subono dalam peristiwa kebakaran rumah di Jakal Padukuhan Kocoran, Kalurahan Caturtunggal, Depok, Kabupaten Sleman.

Di lingkungan tempat kerjanya, perempuan berusia 38 tahun itu dikenal supel dan ramah. 

Baca juga: Cerita Perjuangan JNE Hadapi Krisis Selama 32 Tahun Sebagai Penyedia Jasa Logistik

Kepala bidang Keamanan dan Ketertiban UGM, Nando bercerita Rani merupakan staf petugas jaga lapangan yang tugas sehari-harinya berjaga di pos boulevard.

Mayoritas rekan sivitas di lingkungan UGM mengenal sosok Rani. 

"Karena beliau cukup ramah bertegur sapa dengan siapapun. Tidak ada musuh dan semua bersahabat dengan Rani," kata Nando, Jumat (2/9/2022). 

Menurut dia, Rani memiliki suara nyaring sehingga ketika berkomunikasi melalui saluran udara orang akan langsung mengetahui jika itu suara Rani meskipun tanpa menyebut nama.

Rani dikenal sosok yang supel. Ketika sedang tugas pengamanan di lapangan, Ia dengan ringan tangan tanpa diminta selalu menyiapkan teh bagi rekan-rekan seprofesinya.  

"Kami kan ada dapur khusus. Bila ada kejadian lapangan, dia yang selalu mengingatkan kami. Jaga kesehatan dan jangan lupa istirahat, itu yang sangat mengena bagi kami semua. Makanya, hampir seluruh teman lintas angkatan datang (ke pemakaman) untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Rani," kata dia. 

Bantu Biaya

Rani bersama anaknya, Mora Putri Ayu (6) dan bapaknya, Subono meninggal dunia diduga karena menghirup asap pekat setelah rumah keluarganya terbakar hebat.

Jenazah satu keluarga ini dibawa ke RSUP Sardjito.

Nando mengatakan, segala biaya di rumah sakit akan ditanggung PK4L UGM .

Selain itu, pihaknya juga telah memberikan santunan duka cita kepada keluarga korban.

Rekan-rekan PK4L juga mayoritas datang melayat bergotong royong menyiapkan pemakaman bersama masyarakat. 

Baca juga: Cerita Sedih Dedy Cahyono Putro, Korban Selamat Kebakaran di Jakal yang Renggut Nyawa 3 Orang

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved