Cerita Perjuangan JNE Hadapi Krisis Selama 32 Tahun Sebagai Penyedia Jasa Logistik

Kepala Cabang JNE Yogyakarta, Adi Subagyo menuturkan badai pertama yang dihadapi oleh JNE adalah krisis moneter tahun 1998.

TRIBUNJOGJA.COM/ Christi Mahatma Wardhani
Kepala Cabang JNE Yogyakarta, Adu Subagyo dalam podcast Tribun Jogja, Jumat (02/09/2022) 

Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Berkiprah selama 32 tahun di dunia ekspedisi nusantara tentu bukan waktu yang singkat bagi JNE.

Sejak didirikan oleh Soeprapto Soeparno pada 1990 lalu, hingga kini JNE terus menghidupi prinsip Berbagi, Memberi, dan Menyantuni.

Tak heran tagline yang diusung JNE adalah Connecting Happiness. 

Baca juga: Cerita Sedih Dedy Cahyono Putro, Korban Selamat Kebakaran di Jakal yang Renggut Nyawa 3 Orang

Kepala Cabang JNE Yogyakarta, Adi Subagyo menuturkan badai pertama yang dihadapi oleh JNE adalah krisis moneter tahun 1998.

Ketika perusahaan lain melakukan PHK besar-besaran, JNE justru memberikan beras kepada karyawan agar kebutuhan pokok terpenuhi. 

"Kemudian JNE menawarkan pada karyawan yang kena PHK untuk jadi agen JNE, dan itu jadi kekuatan JNE. Saat ini sudah ada 60 cabang JNE di seluruh Indonesia dan jaringannya sudah 4 ribuan, kalau karyawan 40 ribu lebih," katanya dalam Podcast Tribun Jogja, Jumat (02/09/2022). 

Badai kembali menghampiri JNE tahun 2020 karena pandemi COVID-19.

Awal pandemi membuatnya harus memutar otak.

Kala itu pengiriman 100 persen melalui udara, padahal saat pandemi jadwal penerbangan dikurangi, bahkan pada Mei di tahun yang sama tidak ada jadwal penerbangan sama sekali. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved