Berita Pendidikan Hari Ini

SMA Negeri 8 Yogyakarta Delayota Raih Peringkat 1 UTBK 2022 se-DIY

SMA Negeri 8 Yogyakarta berhasil menduduki peringkat pertama se-DI Yogyakarta dalam Top 1000 sekolah berdasarkan nilai UTBK 2022.

Penulis: Ardhike Indah | Editor: Gaya Lufityanti
Tribun Jogja/ Suluh Pamungkas
Ilustrasi pendidikan 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - SMA Negeri 8 Yogyakarta berhasil menduduki peringkat pertama se-DI Yogyakarta dalam Top 1000 sekolah berdasarkan nilai Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) tahun 2022.

Top 1000 sekolah itu merupakan pemeringkatan tahunan yang dilakukan oleh Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT).

Tahun ini, ada 23.657 sekolah, 745.115 peserta dengan nilai sains dan teknologi (saintek) tertinggi senilai 830,98 dan nilai sosial dan humaniora (soshum) tertinggi senilai 786,17.

Dengan menduduki peringkat pertama seprovinsi, SMA Negeri 8 Yogyakarta berada di nomor 11 Top 1000 SMA se-Indonesia.

Baca juga: SMA-SMA Terbaik Yogyakarta Berdasarkan Nilai UTBK 2022, Wilayah Kota Jogja, Sleman, Bantul

“Pastinya karena ini adalah rahmat Gusti Allah. Allah SWT rida dengan usaha kami, jadi kami diberi kesempatan untuk menjadi sekolah terbaik di DIY versi nilai UTBK 2022,” ujar Kepala SMA Negeri 8 Yogyakarta, Sri Suyatmi kepada Tribunjogja.com , Selasa (30/8/2022).

Dia menjelaskan, keberhasilan itu tidak lepas dari komando Wakil Kepala Urusan Kurikulum (Waka Kurikulum), Sri Utari yang tidak henti mencari strategi agar bisa memberikan pelayanan maksimal kepada para siswa.

“Saya kira ini baru pertama kali kami bisa menduduki peringkat pertama se-DIY. Seringnya, kita ada di peringkat dua atau tiga,” beber dia.

Tahun 2021 lalu, SMA Negeri 8 Yogyakarta berada di peringkat tiga di provinsi DIY dan peringkat 17 secara nasional.

Ia mengatakan, kegiatan yang dilakukan pihak sekolah tidak berbeda jauh dengan sekolah lain.

Misalnya, anak-anak dikelompokkan sesuai dengan tingkat kemampuan mereka, sehingga bisa bersama-sama mendapatkan pemahaman dari materi yang disampaikan.

“Tahun ini, ada juga program tutor sebaya, mbak. Siswa yang sudah lulus Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), diminta ke sekolah untuk mendampingi belajar teman-temannya yang berjuang di UTBK ini,” bebernya.

Menurutnya, dengan adanya tutor sebaya, siswa-siswi bisa belajar menggunakan bahasa mereka sendiri.

Baca juga: Mengenal Sosok Ghania Salma, Siswi SMAN 8 Yogyakarta Jadi Anggota Paskibraka Nasional Wakil dari DIY

Sementara, Waka Kurikulum SMA Negeri 8 Yogyakarta , Sri Utari mengatakan, pihaknya memang menggunakan strategi sesuai dengan kondisi yang ada.

“Strateginya mengikuti kondisi, inputnya seperti apa. Tapi intinya, kita harus punya sinergi yang bagus antara guru, siswa, orang tua dan komite,” terangnya kepada Tribun Jogja.

Utari mengatakan, pihaknya juga memiliki sistem pengendalian mutu yang bisa dikembangkan sesuai dengan kondisi yang ada.

“Kami melihat kondisi yang ada. Bisa saja, kami mengubah strategi. Kami pernah ganti strategi, misalnya melibatkan murid yang sudah lolos SNMPTN. Mereka punya waktu panjang untuk masuk ke PTN dan tidak punya beban lagi. Mereka kami libatkan jadi tutor sebaya,” ucapnya.

Sebagian besar murid SMA Negeri 8 Yogyakarta berhasil lolos masuk Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dan Universitas Pembangunan Nasional ‘Veteran’ Yogyakarta (UPNVY). ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved