Mengenal Sosok Ghania Salma, Siswi SMAN 8 Yogyakarta Jadi Anggota Paskibraka Nasional Wakil dari DIY

Gadis 15 tahun yang akrab disapa Salma tersebut rupanya telah memendam cita-cita menjadi seorang Paskibraka sejak lama.

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/Azka Ramadhan
Ghania Taufica Salma Wibowo, perseonel Paskibraka Nasional wakil dari Kota Yogyakarta. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Ghania Taufica Salma Wibowo, siswi SMA Negeri 8 Yogyakarta didapuk menjadi bagian dari Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) pada Upacara HUT ke-77 RI di Istana Negara, Jakarta, 17 Agustus 2022 mendatang.

Bak mimpi yang menjadi kenyataan, gadis 15 tahun yang akrab disapa Salma tersebut rupanya telah memendam cita-cita menjadi seorang Paskibraka dari lama.

Bukan tanpa sebab, angan-angan itu dilatarbelakangi oleh dua saudara sepupunya yang lebih dahulu didapuk sebagai pasukan pengibar bendera.

"Kebetulan kakak sepupu saya ada yang purna Paskibraka, tahun 2016. Saya kagum melihat kewibawaan mereka ketika bertugas. Sejak saat itu, terus terang langsung termotivasi untuk ikut sepak terjangnya," katanya, Selasa (12/7/22).

Akan tetapi, ia tidak memungkiri, untuk menggapai cita-cita menyandang status Paskibraka Nasional, memang harus melewati jalan panjang nan berliku.

Bagaimana tidak, seleksi dari tingkat terbawah yakni jenjang sekolah, harus ditaklukkannya lebih dahulu.

Kemudian, seleksi berlanjut di tingkat Kota Yogyakarta dan DIY, dimana proses yang harus dilalui pun makin menantang.

Mulai dari seleksi postur, sampai wawancara. Namun, pada ujungnya, Maret lalu, Salma dinyatakan lolos ke level nasional.

"Tentu merasa senang dan bangga sekali, meski agak deg-degan juga. Karena, saya nanti menjadi wakil dari DIY, untuk tingkat nasional," urai bungsu dari dua bersaudara itu.

Gadis yang juga memiliki segudang prestasi di cabang olahraga tenis lapangan tersebut, selaras rencana, segera diberangkatkan ke Depok, Jawa Barat, untuk melaksanakan pemusatan latihan bersama personel Paskibraka lainnya.

"Harapan saya, saat pemusatan latihan, dapat menunjukkan kemampuan terbaik, kepada kakak pelatih, dan penyeleksi. Terus terang, saya ingin menjadi pembawa baki, ya, saat upacara kemerdekaan di Istana Negara," tandas Salma.

Sub Koordinator Substansi Pembinaan Kepemudaan Dinas Dikpora Kota Yogyakarta, Mugi Suyatno, mengatakan Salma terpilih mewakili DIY, usai bersaing ketat dengan 384 siswa lain dari 23 SMA atau SMK, baik negeri, maupun swasta.

"Pekan ini berangkat pemusatan latihan di Depok. Semoga, selama di sana prosesnya berjalan lancar, dan Salma pun bisa terpilih sebagai pembawa baki bendera pusaka," urainya.

Dijelaskannya, proses seleksi telah dilakukan sejak Februari lalu.

Dalam kesempatan itu, mereka diseleksi terkait dengan berbagai bidang yang jadi tolok ukur.

Mulai aspek postur, kesamaptaan, kacakapan baris berbaris, dan lain-lain. 

"Yang pasti, untuk postur, tinggi Salma ini memang di atas rata-rata, yakni 170 cm. Itu menjadi modal pada tahap seleksi selanjutnya di tingkat DIY dan nasional," terangnya. (*)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved