Perang Rusia Ukraina
Tim Badan Atom Internasional Siap Periksa PLTN Zaporizhzhia yang Dikuasai Rusia
Tim Badan Atom Internasional akan memeriksa kondisi PLTN Zaporizhye di Energodar, Ukraina selatan. Rusia memfasilitasi rencana inspeksi tersebut.
Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
TRIBUNJOGJA.COM, MOSKOW - Sebuah tim pengawas nuklir PBB sedang dalam perjalanan ke Pembangkit Listrik tenaga Nuklir (PLTN) Zaporizhzhia atay Zaporizhye, Energodar, Ukraina, Senin (29/8/2022).
Tim IAEA akan menilai kondisi PLTN tersebut, dan mengevaluasi kondisi di mana staf bekerja dan menentukan fungsi sistem keselamatan dan keamanannya.
Pasukan Rusia menggempur kota-kota Ukraina di seberang sungai dari PLTN Zaporizhzhia. Sementara laporan penembakan di sekitar fasilitas memicu kekhawatiran akan bencana radiasi.
Perkembangan lain, pasukan Rusia mengklaim telah menembak jatuh drone Ukraina di dekat PLTN Zaporizhzhia.
Drone itu diduga akan menjatuhkan bahan peledak atau granat atau semacam mortar ke instalasi pembangkit nuklir itu.
Baca juga: Siapa Tembaki Pembangkit Nuklir Zaporozhskaya di Ukraina?
Baca juga: Dubes Rusia di PBB Peringatkan Eropa di Ambang Bencana Nuklir
Baca juga: Washington Minta Rusia Tarik Pasukan dari Pembangkit Nuklir Zaporozhye
Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan tidak ada kerusakan serius dan tingkat radiasi normal. Drone itu ditembak jatuh di dekat instalasi penampung limbah nuklir.
Kantor Reuters yang melansir kabar ini tidak dapat memverifikasi laporan tersebut secara independen.
Baik Rusia dan Ukraina telah membantah menembaki pabrik Zaporizhzhia dalam beberapa pekan terakhir, sementara masing-masing menuduh sat sama lain.
Pasukan Rusia merebut kendali PLTN Zaporizhzhia atau Zaporizhye pada akhir Februari 2022, menyusul operasi khusus ke Ukraina.
Di Stockholm, Swedia, Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba meminta Rusia untuk meninggalkan PLTN Zaporizhzhia, instalasi pembangkit listrik terbesar di Eropa.
Kuleba mengatakan jika pasukan Rusia meninggalkan fasilitas itu, itu akan menjadi satu-satunya cara untuk memastikan keamanan nuklir di pembangkit listrik.
Di Moskow, pejabat Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan Moskow menyambut baik misi IAEA yang akan datang ke PLTN Zaporizhzhia.
Kantor berita RIA Novosti melaporkan, Mikhail Ulyanov, perwakilan tetap Rusia untuk organisasi internasional di Wina, mengatakan Rusia telah memberikan kontribusi signifikan untuk kunjungan tersebut.
Grup Direktur Non-Proliferasi G-7 telah menyambut baik kunjungan pengawas nuklir PBB yang akan datang ke Zaporizhzhia.
“Kami menegaskan kembali PLTN Zaporizhzhya milik Ukraina dan upaya Rusia memutuskan pembangkit listrik dari jaringan listrik Ukraina tidak dapat diterima,” kata pejabat G-7 itu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/PLTN-Zaporizhzhia.jpg)