Perang Rusia Ukraina

Siapa Tembaki Pembangkit Nuklir Zaporozhskaya di Ukraina?

Ukraina menuduh Rusia menembaki pusat nuklir Zaporozhskaya. Padahal sejak Februari pasukan Rusia telah menduduki kawasan PLTN terbesar di Eropa itu.

Tayang:
Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
National Post
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. Sebelum terpilih sebagai presiden, Zelensky adalah komedian dan artis televisi Ukraina. 

TRIBUNJOGJA.COM, MOSKOW – Presiden Ukraina Volodymir Zelensky menuduh pasukan Rusia menembaki pusat pembangkit nuklir Zaporozhskaya di Energodar, Ukraina.

Sebaliknya, Moskow menuding pasukan Ukraina yang melancarkan tembakan artileri hingga mendekati kawasan tersebut. Siapa sesungguhnya yang menembaki?

Faktanya, pasukan Rusia sejak akhir Februari 2022 berhasil menduduki kawasan pusat pembangkit nuklir tersebut setelah operasi khusus ke Ukraina digelar.

Baca juga: Zelensky Inginkan Presiden China Xi Jinping Bujuk Rusia Hentikan Perang

Baca juga: Zelensky Sebut Pertemuan Langsung dengan Vladimir Putin Bisa Jadi Cara Hentikan Perang di Ukraina

Baca juga: Rusia Hanya Gunakan Nuklir Jika Ada Ancaman Eksistensial

Pasukan Rusia mengawasi pengoperasian pembangkit listrik terbesar di Eropa itu, yang dijalankan oleh perusahaan Ukraina.

Layanan pers pemerintahan sipil-militer Energodar menyatakan, pada Minggu (7/8/2022) terjadi lagi tembakan mengarah ke Kawasan pembangkit listrik tersebut.

Serangan berlangsung malam hari, diperkirakan menggunakan tembakan roket 220 mm Uragan MLRS. Kerusakan terjadi setelah serangan.

"Zona yang rusak termasuk area fasilitas penyimpanan bahan bakar nuklir bekas dan stasiun untuk pemantauan situasi radiasi dengan bantuan komputer," lapor layanan peemrintahan sipil militer Energodar dikutip kantor berita TASS.

“Bangunan administrasi dan wilayah fasilitas penyimpanan yang bersebelahan dirusak oleh proyektil," lanjut laporan tersebut.

Vladimir Rogov, seorang anggota dewan pemerintahan sipil-militer Zaporozhye menambahkan, kebakaran di daerah pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporozhye di Energodar telah dipadamkan.

"Semua api telah padam sepenuhnya," kata Rogov. Badan Energi Atom Internasional (IAEA) memperingatkan, serangan mengarah situs nuklir Zaporizhzhia bisa sangat berbahaya.

“Risiko sangat nyata dari bencana nuklir dapat mengancam kesehatan masyarakat dan lingkungan di Ukraina dan sekitarnya," kata Rafael Mariano Grossi, Direktur IAEA.

Grossi mengatakan pihak Ukraina telah melaporkan tidak ada kerusakan pada reaktor dan tidak ada pelepasan radiologis.

“Setiap senjata militer yang diarahkan ke atau dari fasilitas akan sama dengan bermain api, dengan konsekuensi yang berpotensi menjadi bencana,” katanya.

Presiden Ukraina Vladimir Zelensky telah meminta pemerintah barat memberikan sanksi kepada industri nuklir Rusia atas dugaan terorisme nuklir Moskow.

Lewat postingan di akun Twitternya, Zelensky mengatakan dia telah berbicara dengan Presiden Dewan Eropa Charles Michel dan memberi tahu dia tentang situasi medan perang di Ukraina.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved