Pembunuhan Daria Dugina

Filsuf Rusia Aleksandr Dugin : Putriku Target Pembunuhan Sesungguhnya

Filsuf Rusia Aleksandr Dugin meyakini putrinya memang jadi target pembunuhan yang sesungguhnya. Ia menuduh Ukraina sebagai pelakunya.

Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
RussiaToday/Telegram
Darya Dugina berfoto bersama ayahnya, Alexander Dugin. Darya tewas dalam ledakan bom mobil yang menghancurkan kendaraan yang dikemudikannya di Moskow, Sabtu malam (20/8/2022). Alexander Dugin dikenal filsuf politik radikal Rusia. 

TRIBUNJOGJA.COM, MOSKOW - Filsuf Rusia Aleksandr Dugin yakin putrinya, Daria Dugina, adalah target utama serangan bom mobil yang merenggut nyawanya pekan lalu.

Dugin meyakinkan penilaiannya itu kepada para wartawan di Moskow, Minggu (28/8/2022) malam waktu setempat.

Pembunuhan itu menimbulkan banyak spekulasi tentang apakah para pembunuh itu bermaksud membunuh Dugin sendiri atau putrinya.

"Itu tidak salah," katanya. "Setiap upaya dilakukan untuk membunuhnya ... dia adalah targetnya," katanya pula lewat film dokumenter berjudul "Mengapa Daria Dugina dibunuh?" yang tayang di Channel One Rusia.

Baca juga: Menlu Rusia : Tak Ada Ampun bagi Pembunuh Putri Filsuf Alexander Dugin

Baca juga: Sejak 1997 Filsuf Rusia Alex Dugin Sudah Prediksi Perang Pecah di Ukraina

Baca juga: Kiev Bantah Terlibat Bom Mobil yang Tewaskan Putri Filsuf Rusia Alexander Dugin

Dugina (29) sedang mengendarai SUV Toyota ayahnya ketika bom meledak di jalanan pinggiran Moskow.

Penegak hukum Rusia dan pihak berwenang awalnya berasumsi filsuf nasionalis radikal itu mungkin menjadi sasaran utama serangan.

Menurut Dugin, putrinya menjadi sasaran karena dia memperjuangkan “ide Rusia… ide negara kekuatan besar; yang memperjuangkan keamanan rakyat dan bangsa kita.”

Seorang tokoh konservatif dan rumahnya di pinggiran Moskow, Dugin telah dijuluki 'Otak Putin' dan 'Rasputinnya Putin's ' oleh media barat.

Gagasan Dugin diakui memberikan pengaruh pada pandangan dunia Presiden Vladimir Putin. Di Rusia, Dugin sebagian besar dilihat sebagai sosok yang terpinggirkan tanpa pengaruh nyata.

Sebelumnya, Dugin menyebut pembunuhan putrinya sebagai "tindakan teroris" dan menyalahkan "rezim Nazi Ukraina" atas pembunuhan itu.

Dia juga mengatakan bahwa dia menginginkan “kemenangan” Rusia dalam konflik yang sedang berlangsung di Ukraina daripada balas dendam.

Kiev telah membantah keterlibatan resmi dalam serangan bom mobil tersebut. Dinas keamanan Rusia, FSB, mengidentifikasi tersangka di balik pemboman itu sebagai warga negara Ukraina Natalya Vovk (43).

Vovk, dengan nama keluarga Shaban, muncul dalam daftar personel Garda Nasional Ukraina yang diterbitkan pada bulan April di internet Rusia.

Ia juga dianggap terkait resimen neo-Nazi "Azov". Namun, baik Rusia maupun Ukraina tidak secara resmi mengkonfirmasi informasi ini.

Awal pekan ini, PBB menyerukan penyelidikan atas pembunuhan Dugina. Investigasi diperlukan untuk "menetapkan fakta" di balik insiden itu.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved