Pembunuhan Daria Dugina

Filsuf Rusia Aleksandr Dugin : Putriku Target Pembunuhan Sesungguhnya

Filsuf Rusia Aleksandr Dugin meyakini putrinya memang jadi target pembunuhan yang sesungguhnya. Ia menuduh Ukraina sebagai pelakunya.

Tayang:
Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
RussiaToday/Telegram
Darya Dugina berfoto bersama ayahnya, Alexander Dugin. Darya tewas dalam ledakan bom mobil yang menghancurkan kendaraan yang dikemudikannya di Moskow, Sabtu malam (20/8/2022). Alexander Dugin dikenal filsuf politik radikal Rusia. 

Pernyataan disampaikan Stephane Dujarric, juru bicara Sekretaris Jenderal Antonio Guterres di Markas PBB, New York.

Paus Fransiskus menyebut Dugina sebagai “gadis malang” dan, dalam komentar publik minggu ini. Ia menyesalkan konflik Rusia-Ukraina merenggut nyawa tak berdosa di kedua belah pihak.

Pernyataan Paus itu membuat marah Kiev, yang bahkan memanggil utusan Vatikan untuk mengajukan keluhan resmi atas kata-kata Paus.

Kementerian Luar Negeri Ukraina sekali lagi menyatakan pembunuhan itu tidak ada hubungannya dengan Ukraina dan menyebut kata-kata Paus tidak adil.

Di Beograd, penggemar klub Serbia Red Star Belgrade menunjukkan dukungan mereka kepada Darya Dugina.

Hanya beberapa hari setelah pembunuhan Dugina, para penggemar Red Star - tim yang juga dikenal sebagai Crvena zvezda di negara asal mereka - membentangkan spanduk bertuliskan 'Darya Dugina - kenangan abadi'.

Adegan itu terjadi saat Red Star menang 4-1 melawan rivalnya Javor pada Sabtu di SuperLiga Serbia.

Rekaman yang diposting di media sosial juga menunjukkan kerumunan pendukung menyanyikan lagu 'Katyusha', sebuah lagu rakyat dan pawai militer yang mendapatkan popularitas sebagai tindakan patriotisme selama Perang Dunia II.

Red Star Belgrade dan para penggemar klub telah menjadi pendukung utama isu-isu Rusia belakangan ini.

Sikap ini bertentangan dengan apa yang diambil banyak tim dan federasi olahraga sejak dimulainya kampanye militer Rusia di Ukraina yang dimulai pada akhir Februari tahun ini.

Diumumkan musim panas lalu Red Star akan menghadapi tim Rusia Zenit Saint Petersburg dalam pertandingan eksibisi yang disebut 'Clash of the Champions'.

Klub seperti Zenit tetap diskors dari kompetisi Eropa, sementara tim nasional dilarang dari acara sampai pemberitahuan lebih lanjut.

Red Star Belgrade, sementara itu, juga memilih tidak melanjutkan hubungan sponsor dengan raksasa energi Gazprom.

Klub raksasa Jerman FC Schalke juga memilih menghentikan kemitraan mereka setelah konflik Ukraina meletus.(Tribunjogja.com/RussiaToday/xna)

 

 

 

 

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved