BPD DIY Luncurkan Pojok Baca Lukia Locobook di Malioboro

Bank BPD DIY meluncurkan pojok baca, Lukia Locobook di kantor BPD DIY di Malioboro. Tujuannya agar nasabah hingga masyarakat bisa membaca buku

TRIBUNJOGJA.COM/ Christi Mahatma Wardhani
BPD DIY bekerjasama dengan Lukia Locobook untuk membuat pojok baca, Senin (29/08/2022) 

Laporan Reproter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Bank BPD DIY meluncurkan pojok baca, Lukia Locobook di kantor BPD DIY di Malioboro.

Tujuannya agar nasabah hingga masyarakat bisa membaca buku dan berdiskusi terkait dengan manajemen strategi.

Direktur Utama Bank BPD DIY, Santoso Rohmad mengatakan dalam peluncuran pojokbaca tersebut, BPD DIY menggandeng mantan pengawas KPK, Suwarsono Muhammad.

Baca juga: Persib Bandung Tumbang di Kandang PSM Makassar, Juku Eja Pesta Gol

Melalui Lukia Locobook, diharapkan dapat meningkatkan daya saing DIY sebagai kota pelajar.

"Kami meluncurkan pojok baca di Malioboro, ada sumbangan buku yang bisa dibaca oleh masyarakat umum, ada diskusi manajemen strategi yang dapat menguatkan daya saing DIY sebagai kota pendidikan. Mahasiwa baru yang baru belajar manajemen, masyarakat umum, kemudian UMKM bisa berdiskusi tentang strategi marketing, strategi pengembangan dan lainnya," katanya usai peluncuran Lukia Locobook di Kantor BPD DIY Syariah, Senin (29/08/2022).

Sementara pojok baca tersebut masih berada di kantor BPD DIY Malioboro.

Namun ada harapan, seluruh kantor BPD DIY juga memiliki pojok baca, sehingga dapat meningkatkan literasi masyarakat.

"Sementara di Malioboro dulu kan bukunya juga terbatas. Tentu ada harapan semua kantor memiliki pojok baca," lanjutnya.

Pemilik Lukia Locobook, Suwarsono Muhammad mengungkapkan tidak kurang dari 7 ribu buku yang tersedia di Lukia Locobook.

Dari 7 ribu buku tersebut, 6 ribu di antaranya merupakan buku berbahasa Inggris. 

Lukia Locobook merupakan perpanduan antara nama istrinya, Lukia Zuraida yang dipadukan dengan kedekatan lokasi BPD Malioboro dengan stasiun Tugu. 

Baca juga: Pemkab Sleman Beri Santunan untuk Keluarga Suporter PSS yang Jadi Korban Penganiayaan 

Ia menyebut kegiatan pendidikan tidak bisa berdiri sendiri.

Dibutuhkan dukungan perusahaan, pemerintah dan pihak lain agar bidang akademik bisa berkembang.

"Malioboro dipilih karena dari dulu Malioboro disebut sebagai jalan peradaban. Banyak seniman yang terbentuk dan lahir dari Malioboro. Harapannya dengan Lukia Locobook ini bisa melahirkan cendikiawan dan peradaban yang inklusi, berkat kerjasama dengan BPD DIY," ungkapnya. (maw)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved