Suporter PSS Sleman Meninggal

Pemkab Sleman Beri Santunan untuk Keluarga Suporter PSS yang Jadi Korban Penganiayaan 

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo mewakili Pemerintah Kabupaten Sleman menyerahkan santunan, berupa uang duka senilai Rp 5 juta untuk keluarga

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Kurniatul Hidayah
Dok Pemkab Sleman
Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo menyerahkan santunan berupa uang duka kepada keluarga Aditya Eka Putranda, suporter PSS Sleman yang meninggal dunia menjadi korban pengeroyokan di sekitar Palang Rel Kereta Api dusun Mejing Kidul Ambarketawang Gamping. 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo mewakili Pemerintah Kabupaten Sleman menyerahkan santunan, berupa uang duka senilai Rp 5 juta untuk keluarga Aditya Eka Putranda, suporter PSS Sleman, yang meninggal dunia menjadi korban pengeroyokan.

Uang duka diserahkan Bupati di kediaman korban, di Modinan, Banyuraden, Gamping, Senin (29/8/2022). 

Kustini, dalam kesempatan itu, menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya. Ia mengaku prihatin atas kejadian tersebut.

Untuk menghindari tragedi serupa, menurut dia, Pemerintah Kabupaten Sleman ke depan akan mengintensifkan kerjasama dengan pihak kepolisian dalam meningkatkan pengawasan. 

Baca juga: LIGA INGGRIS: Rumor Transfer Cristiano Ronaldo ke Chelsea, Alternatif Pemain Depan The Blues

"Saya mengimbau rekan-rekan suporter dan masyarakat, untuk waspada ketika beraktivitas di jalan pada malam hari," kata dia. 

Diketahui, Aditya Eka Putranda, bersama tiga rekannya dikeroyok selepas menonton laga pertandingan PSS Sleman Vs Persebaya di stadion Maguwoharjo, pada Sabtu (27/8/2022) malam.

Kejadiannya bermula ketika Aditya bersama tiga rekannya hendak pulang ke rumah.

Sesampainya di Palang Rel Kereta Api, jalan Bibis di Ambarketawang, rombongan korban berhenti karena ada kereta yang melintas.

Setelah palang terbuka, rombongan korban hendak melanjutkan perjalanan, namun ditabrak oleh kelompok pelaku.

Polisi telah menetapkan 12 orang menjadi tersangka. Mereka nekat melakukan pengeroyokan diduga karena sentimen antar suporter dan terjadi provokasi. 

Baca juga: LIGA INGGRIS: Rumor Transfer Cristiano Ronaldo ke Chelsea, Alternatif Pemain Depan The Blues

Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa sebelumnya menyampaikan, Pemerintah Kabupaten Sleman tidak bisa menentukan jadwal laga pertandingan bola yang berakhir hingga malam hari karena kewenangan jadwal pertandingan ada di PSSI pusat.

Namun demikian, atas insiden ini, pihaknya akan berupaya memberi masukan karena kasus kematian suporter bola ini terjadi lagi kedua kalinya di Sleman

"Dengan kejadian ini menjadi masukan khusus untuk Sleman. Karena ini kedua kalinya. Mudah-mudahan ada sebuah kebijakan khusus dari PSSI pusat agar pertandingan tidak terlalu malam. Karena risikonya. Tapi perlu kita ketahui, risiko ini bukan di stadion, tapi sebelum pertandingan dan pasca pertandingan. Jadi untuk mengubah jadwal ini keputusan PSSI pusat," kata dia. (rif)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved