Profil dan Sejarah Bendera Tiga Warna Rusia serta Simbol Elang Berkepala Dua

Bendera Rusia saat ini melampaui sejarah yang sangat panjang. Tiga warna biru, putih dan merah mencerminkan sejarah bangsa Slavia.

Tayang:
Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
REDDIT
Gambaran perjalanan sejarah bendera Rusia, termasuk bendera merah berlambang palu arit ketika kaum Bolshevik berkuasa sejak revolusi 1917. 

Dia duda pada 1467 setelah istrinya, Maria, meninggal pada usia 25 tahun. Pasangan keduanya adalah Sophia Palaiologina, keponakan kaisar terakhir di Konstantinopel.

Pernikahan dengan kerabat kaisar terakhir negara adidaya Kristen Ortodoks penting bagi Ivan baik dari segi status maupun agama.

Meskipun Bizantium telah jatuh ke tangan penakluk Turki saat itu, putri dari Wangsa Palaiologos tidak kehilangan harga dirinya.

Seorang wanita Yunani yang kuat dan mandiri, Sophia dengan cepat menyesuaikan diri dengan kehidupan di istana Ivan dan tidak akan dibayangi oleh permaisurinya yang energik dan ambisius.

Salah satu ciri khas Byzantium adalah lambang dalam bentuk elang berkepala dua. Itu adalah gambar yang sangat kuno yang secara harfiah kembali ke beberapa negara bagian pertama dalam sejarah, seperti Kekaisaran Het.

Kemungkinan elang berkepala dua sebagai simbol heraldik menelusuri asal-usulnya kembali ke era itu.

Bagaimanapun, gambar-gambar ini pertama kali muncul di Anatolia. Dinasti Komnenos adalah yang pertama mengadopsinya sebagai segel keluarga kerajaan.

Kemudian, elang berkepala dua berfungsi sebagai lambang Palaiologos, dinasti kerajaan terakhir Kekaisaran Bizantium.

Ivan III bercita-cita untuk status yang sebanding dengan kaisar Bizantium, jadi itu adalah pilihan alami bagi pangeran Moskow, dan kemudian tsar, untuk mengadopsi simbol kerajaan juga.

Seiring berjalannya waktu, elang secara bertahap berubah menjadi bentuk yang kita lihat sekarang.

Di bawah Ivan the Terrible, perisai dengan penunggang kuda dipindahkan ke dada burung. Pada abad ke-17, tongkat dan bola, simbol kekuatan tsar Rusia, muncul di cakarnya.

Saat itulah, di bawah Tsar Alexis, ayah dari Peter the Great, fungsi elang berkepala dua pertama kali ditulis secara tertulis ketika secara resmi diadopsi sebagai lambang nasional.

Ia tetap dalam peran ini sejak itu, dengan pengecualian periode antara revolusi 1917 dan runtuhnya Uni Soviet pada 1991.

Putih, Biru, dan Merah

Tsar Alexis juga berkontribusi pada pembuatan bendera pertama Rusia. Awalnya, bentuk, warna, dan desain spanduk Rusia tidak didefinisikan secara spesifik.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved