Profil dan Sejarah Bendera Tiga Warna Rusia serta Simbol Elang Berkepala Dua

Bendera Rusia saat ini melampaui sejarah yang sangat panjang. Tiga warna biru, putih dan merah mencerminkan sejarah bangsa Slavia.

Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
REDDIT
Gambaran perjalanan sejarah bendera Rusia, termasuk bendera merah berlambang palu arit ketika kaum Bolshevik berkuasa sejak revolusi 1917. 

TRIBUNJOGJA.COM, MOSKOW – Ahli sejarah Rusia bidang konflik dan politik internasional, Evgeny Norin, menjelaskan sejarah bendera triwarna : putih, biru, merah Rusia, yang kini diakui internasional.

Juga sejarah simbol elang berkepala dua di bendera, yang kini menjadi semakin popular digunakan di berbagai atribut khas Rusia, tak hanya bendera.

Menurut Norin, setiap bendera nasional sebuah negara selalu menyaring sejarah dan nilai-nilai masyarakat yang diwakilinya.

Bendera “Star and Stripes” Amerika adalah contoh yang bagus untuk ini. Bendera Rusia dan lambangnya, yang lebih tua dari seratus tahun, sama-sama kaya akan sejarah.

Mereka telah mengalami perubahan dalam beberapa abad terakhir, tetapi simbol-simbol ini telah mempertahankan hubungan antara Moskow dan Kekaisaran Bizantium.

Juga mencerminkan persaudaraan Slavia, dan referensi ke sejarah angkatan laut negara itu.

Warga Rusia berunjuk rasa mengenakan baju berlogo Z dan membawa bendera tiga warna.
Warga Rusia berunjuk rasa mengenakan baju berlogo Z dan membawa bendera tiga warna. (DOK. Al Jazeera)

Simbol Pertama Rusia

Simbol tradisional yang digunakan pangeran Moskow abad pertengahan, yang menyatukan kerajaan Rusia dan menciptakan negara bersatu, adalah sosok penunggang kuda.

Jejaknya bisa ditemukan pada segel yang berasal dari abad ke-13. Untuk waktu yang lama, itu hanya seorang ksatria di atas kuda yang memegang tombak atau pedang.

Kadang-kadang bahkan bukan seorang pejuang. Dengan demikian, Vasily the Blind menggunakan segel yang menggambarkan seorang penunggang kuda dengan elang di lengannya.

Namun, Yury dari Moskow menghubungkan gambar itu dengan santo pelindungnya, St George, dan kemudian dibuat untuk mewakili salah satu tindakan ikonik -pembunuhan naga dengan tombak.

Pada akhirnya, St George menjadi simbol klasik lambang Moskow dan masih dapat dilihat pada lambang Moskow dan pada perisai di tengah simbol nasional.

Pita St George juga lazim digunakan para tentara Rusia yang berperang di Ukraina. Biasanya disematkan di helm atau lengan.

Warisan Bizantium

Abad ke-15 menyaksikan beberapa perkembangan penting di Rusia. Untuk pertama kalinya dalam berabad-abad, Ivan III, Pangeran Agung Moskow, berhasil menyatukan sebagian besar tanah Rus tua di bawah satu penguasa.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved