Begini Nasib Terkini GeNose C19 Buatan UGM yang Dulu Diandalkan untuk Mendeteksi Covid-19

Di tahun 2021, GeNose C19 sempat naik daun, mengingat tes Covid-19 pada waktu itu masih tergolong mahal, tidak terjangkau dan membutuhkan waktu lama

Penulis: Ardhike Indah | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM/ Ardhike Indah
Inventor GeNose C19, Prof Kuwat Triyana (kiri) dan dr Dian K Nurputra (kanan) menjelaskan tentang data riset GeNose C19 yang sudah masuk di jurnal internasional 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Sempat tidak terdengar kabarnya, ternyata data riset GeNose C19, salah satu alat yang bisa mendeteksi Covid-19 dari hembusan nafas, kini sudah masuk dua jurnal internasional bereputasi pada tahun 2022.

GeNose C19 tersebut memanfaatkan kecerdasan buatan untuk menentukan apakah ada virus corona di dalam tubuh.

Di tahun 2021, GeNose C19 sempat naik daun, mengingat tes Covid-19 pada waktu itu masih tergolong mahal, tidak terjangkau dan membutuhkan waktu lama.

Namun, produksi GeNose C19 dihentikan lantaran vaksinasi Covid-19 sudah gencar dilakukan dan syarat perjalanan tak lagi membutuhkan hasil tes negatif virus corona.

Baca juga: Hasil Autopsi dan Pengakuan Vera Kekasih Yosua Soal Ancaman Pembunuhan Terhadap Brigadir J

Inventor GeNose C19, Prof Dr Eng Kuwat Triyana MSi menjelaskan, tim GeNose C19 Universitas Gadjah Mada (UGM) ini melakukan publikasi sebagian data risetnya sebagai bagian dari pertanggungjawaban ilmiah dan upaya untuk hilirisasi penelitian mutakhir.

Dia menjelaskan, dua jurnal tersebut adalah Artificial intelligence in Medicine (AIIM) dan Nature Portfolio Journal (NPJ) Digital Medicine.

“Dua jurnal itu ada jurnal Q1. Artinya, jurnal itu prestisius dan yang tertinggi dari segi kejurnalan,” kata dia dalam konferensi pers di UGM, Senin (22/8/2022).

Di jurnal AIIM, publikasi ilmiah itu diberi judul Hybrid learning method based on feature clustering and scoring for enhanced COVID-19 breath analysis by an electronic nose, terbit pada bulan Mei 2022 (Vol. 129(02323), Hal. 1-13).

Sementara, di jurnal NPJ, publikasi diberi judul Fast and noninvasive electronic nose for sniffing out COVID-19 based on exhaled breath-print recognition, terbit pada bulan Agustus 2022 (Vol. 5(115), Hal. 1-17).

Sementara, Inventor GeNose C19 lain, dr Dian Kesumapramudya Nurputra SpA MSc PhD menjelaskan, dua publikasi itu justru masih merupakan tahap awal dari keseluruhan data yang ada.

Saat ini, pihaknya masih dalam proses penyelesaian penulisan manuskrip, yakni terkait dengan data hasil uji klinis multisenter dan uji validasi eksternal yang melibatkan multiinstitusi

“Seluruh manuskrip lanjutan itu bakal dipublikasi di jurnal internasional bereputasi berikutnya,” beber Dian.

Dia mengungkap, sebelumnya, dengan Editor in Chief NPJ, para Inventor GeNose C19 sudah diminta untuk mempublikasikan hasil riset berikutnya di jurnal dengan grade lebih tinggi.

“Iya, ada ucapan seperti itu. Padahal, jurnal Nature adalah yang cukup tinggi juga. Jadi, tunggu kejutan kami ke depan,” katanya lagi.

Baca juga: Sebanyak 5.101 Peserta Seleksi Perangkat Desa di Klaten Ikuti Tes Wawancara Besok

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved