Perang Rusia Ukraina

Jerman Pasok Ribuan Roket Thales Berpemandu Laser ke Ukraina

Jerman mememasok ribuan roket berpemandu laser ke Ukraina. Selain itu mengirimkan sistem artileri udara kaliber 155 mm ke Kiev.

Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
JACK GUEZ / AFP
FILE - Penampakan laras meriam artileri udara 155 mm setelah penembakan. Jerman mengirimkan ribuan roket berpemandu laser ke Ukraina yang akan dipakai untuk melawan pasukan Rusia. 

TRIBUNJOGJA.COM, BERLIN – Pemerintah Jerman mengirimkan roket berpemandu dan proyektil artileri jarak jauh ke Ukraina.

Paket bantuan militer itu diumumkan 19 Agustus 2022 oleh Kementerian Pertahanan Jerman. Ini membalik kebijakan Jerman yang melarang bantuan senjata mematikan ke Ukraina di masa lalu.

Setelah Rusia menggelar operasi militer khusus ke Ukraina, Jerman berubah jadi pendukung militer utama pasukan Kiev.

Dalam sebuah pernyataan yang disitir situs analisis intelijen Southfront.org, Minggu (21/8/2022), Kementerian Pertahanan Jerman mengumumkan daftar senjata dan peralatan militer yang akan dipasok ke Ukraina.

Baca juga: Pejabat Keamanan Peringatkan Jerman Berisiko Hadapi Rusuh Massal

Baca juga: Menteri Ekonomi Jerman Diejek Warganya, Disebut Penghasut Perang

Baca juga: PM Hongaria Victor Urban Percaya Barat Takkan Mampu Menangkan Ukraina

Yaitu  terdiri 20 unit peluncur roket 70 mm yang terpasang pada truk pick-up berikut 2.000 roket dan penanda target laser.

Ada 1.592 proyektil artileri 155 mm, 255 proyektil Vulcano 155 mm, 60.200 peluru amunisi 40 mm, dan 6 truk pengangkat, system antidrone, dan 12 kendaraan lapis baja.

Kementerian tidak merinci jenis roket berpemandu laser 70 mm yang dipasok ke Ukraina. Namun, para ahli berspekulasi itu bisa jadi roket Thales FZ275 LGR peluncur Arnold Defense Land-LGR4 Fletcher.

Roket FZ275 LGR, yang dipandu oleh laser semi-aktif, memiliki jangkauan maksimum delapan kilometer dan dipersenjatai hulu ledak berdaya ledak tinggi 4,1 kg.

Juga masih belum jelas apakah proyektil Vulcano 155 mm yang akan diberikan ke Ukraina akan berpemandu laser atau tidak.

Leonardo memproduksi dua versi 155 mm dari Vulcano, Balistik Extended Range, yang memiliki jangkauan hingga 50 kilometer, dan Guided Long Range, yang dipandu GPS dan memiliki jangkauan 80 kilometer.

Pasukan Kiev kemungkinan akan menembakkan proyektil dari howitzer self-propelled Panzerhaubitze 2000 155 mm yang baru diakuisisi.

Jerman mengatakan mereka telah meningkatkan bantuan militer, kemanusiaan dan keuangannya ke Ukraina menjadi 4 miliar Euro sejak dimulainya operasi militer khusus Rusia.

Dukungan militer yang diberikan oleh Jerman dan negara-negara NATO lainnya kepada pasukan Kiev dianggap hanya memperpanjang konflik di Ukraina.

Militer Rusia dan sekutunya masih bergerak maju di Donbass meskipun ada perlawanan sengit dari Kiev.

Dalam wawancara CNN Kamis lalu, Menteri Pertahanan Ukraina Andriy Zagorodnyuk menggambarkan situasi medan perang yang buntu.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved