Perang Rusia Ukraina
PM Hongaria Victor Urban Percaya Barat Takkan Mampu Menangkan Ukraina
PM Hongaria Victor Orban percaya barat takkan mampu memenangkan perang di Ukraina, dan akan kehilangan hegemoni global.
Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
TRIBUNJOGJA.COM, BERLIN – Perdana Menteri Hongaria, Viktor Orban, mengatakan dia tidak percaya barat dapat memenangkan perang di Ukraina.
Menurutnya, konflik mematikan di Ukraina berpotensi secara demonstratif mengakhiri hegemoni barat secara global.
Perdana Menteri Hongaria Viktor Orban menyampaikan pernyataan lewat wawancara majalah online Jerman Tichys Einblick, Kamis (18/8/2022).
Orban mengatakan dia memperkirakan Uni Eropa akan lebih lemah di arena global setelah pertempuran di Ukraina berakhir.
Baca juga: Medvedev : Jika Serang Krimea, Kiamat Itu Akan Tiba di Ukraina
Baca juga: Krimea Dalam Bahaya, Rusia Tembak Jatuh Drone Ukraina Dekat Jembatan Raksasa Kerch
Baca juga: Dubes China di Rusia Tuding AS Penghasut Utama Perang di Ukraina
Pemimpin Hongaria itu berargumen barat tidak mampu memenangkan konflik secara militer, dan sanksi yang dijatuhkan kepada Moskow telah gagal membuat Rusia tidak stabil.
Lebih buruk lagi, kata Orban, justru tindakan hukuman itu secara spektakuler menjadi bumerang bagi negara-negara Uni Eropa.
Orban juga mencatat sebagian besar dunia jelas tidak mendukung AS dalam hal menyikapi konflik Ukraina.
Dia menunjuk China, India, Brasil, Afrika Selatan, dunia Arab, Afrika sebagai wilayah yang tidak mendukung garis barat dalam konflik ini.
“Sangat mungkin perang inilah yang secara demonstratif akan mengakhiri supremasi barat,” kata Orban.
Di sisi lain, kekuatan non-UE sudah mendapat manfaat dari situasi tersebut, katanya, menunjuk ke Rusia, yang memiliki sumber energinya sendiri.
Perdana Menteri itu mencatat sementara impor energi UE dari Rusia telah anjlok, raksasa gas milik negara mayoritas Rusia Gazprom telah melihat pendapatannya meroket.
Beijing juga sekarang lebih baik daripada sebelum dimulainya konflik, klaim Orban.
Dia menjelaskan China sebelumnya berada di bawah belas kasihan orang Arab, tetapi sekarang tidak lagi karena mengacu sumber pasokan minyak mereka dari Rusia.
Penerima manfaat lainnya, dalam pandangan Pperdana Menteri Hongaria, adalah perusahaan besar Amerika.
Untuk membuktikan pendapatnya, Orban menunjuk keuntungan dua kali lipat untuk Exxon, empat kali lipat untuk Chevron dan meningkat enam kali lipat untuk ConocoPhillips.