Perang Rusia Ukraina
Dubes China di Rusia Tuding AS Penghasut Utama Perang di Ukraina
Dubes China di Rusia Zhang Hanhui menuduh AS sebagai penghasut utama perang Ukraina lewat ekspasi NATO ke Eropa Timur
Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
TRIBUNJOGJA.COM, MOSKOW - Duta Besar China untuk Moskow, Zhang Hanhui, menyebut AS sebagai penghasut utama perang di Ukraina dan menuduh Washington berusaha menghancurkan Rusia.
Duta Besar Zhang Hanhui mengatakan AS memojokkan Rusia lewat ekspansi berulang aliansi pertahanan NATO. Washington juga terus memberi dukungan upaya mendekatkan Ukraina dengan Uni Eropa daripada Moskow.
Dikutip Aljazeera.com, Kamis (11/8/2022), argumentasi Dubes China itu selaras dengan pembenaran Rusia atas serangannya ke Ukraina.
Baca juga: Kapan NATO Akan Bergerak Melawan Rusia? Ini Kata Amerika Serikat
Baca juga: Rusia Peringatkan Soal Potensi Meletusnya Peperangan dengan NATO
Baca juga: Amerika Pastikan NATO Akan Bergerak Jika Rusia Mulai Pakai Senjata Kimia
Konflik yang ditimbulkan telah mengakibatkan ribuan kematian dan kehancuran seluruh kota, serta mendorong lebih dari seperempat populasi meninggalkan rumah mereka.
Zhang mengatakan hubungan Tiongkok-Rusia telah memasuki periode terbaik dalam sejarah, ditandai tingkat rasa saling percaya tertinggi, tingkat interaksi tertinggi, dan kepentingan strategis terbesar.
“Washington, sementara memberlakukan sanksi komprehensif yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap Rusia, terus memasok senjata dan peralatan militer ke Ukraina,” kata Zhang dikutip dari wawancara dengan kantor berita negara Rusia, TASS.
“Tujuan utama mereka adalah untuk menguras dan menghancurkan Rusia dengan perang yang berlarut-larut dan hantaman sanksi,” lanjutnya.
Rusia menyebut invasi ke Ukraina sebagai operasi militer khusus.
Operasi itu tidak hanya untuk menjaga keamanannya sendiri tetapi juga untuk melindungi penutur bahasa Rusia dari persekusi kaum nasionalis Ukraina.
Ukraina dan pendukungnya di barat mengatakan dalih Rusia tak berdasar dan menganggap serangan itu agresi kekaisaran.
Ukraina memperoleh kemerdekaan ketika Uni Soviet yang dipimpin Moskow bubar pada 1991.
Duta Besar China mencatat dia melihat ada kesamaan antara konflik di Ukraina dan eskalasi terbaru di sekitar Taiwan.
Dia menuduh Gedung Putih menyebarkan cara-cara yang sama yang sebelumnya digunakan di negara Eropa Timur.
Menurut diplomat itu, Taiwan adalah versi Asia-Pasifik dari ekspansi NATO ke (Eropa) timur.
Utusan itu menunjukkan AS secara efektif mengejar tujuan yang sama sehubungan dengan China seperti halnya vis-à-vis Rusia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Kesaksian-Tentara-Ukraina-Saat-Jet-Tempur-Rusia-Bom-Pangkalan-Militer-Kaca-Terbang-Kemana-mana.jpg)