Perang Rusia Ukraina

Kapan NATO Akan Bergerak Melawan Rusia? Ini Kata Amerika Serikat

Presiden Amerika Serikat, Joe Biden memastikan North Atlantic Treaty Organization (NATO) akan merespon apabila Rusia menggunakan senjata kimia

Penulis: Bunga Kartikasari | Editor: Joko Widiyarso
JOHN THYS / AFP
(Pangkat pertama, dari kanan) Perdana Menteri Inggris Boris Johnson, Presiden AS Joe Biden, Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg dengan para pemimpin aliansi militer pimpinan AS berpose untuk foto keluarga di Markas NATO di Brussels pada 24 Maret 2022. 

TRIBUNJOGJA.COM - Babak baru pertempuran Rusia di Ukraina mulai terlihat.

Presiden Amerika Serikat, Joe Biden memastikan North Atlantic Treaty Organization (NATO) akan merespon apabila Rusia menggunakan senjata kimia di Ukraina.

Meski begitu, Biden belum menjelaskan arti bergerak yang ia maksud.

Komentarnya muncul pada hari pertemuan darurat yang belum pernah terjadi sebelumnya di Brussel, di mana para pemimpin Barat menunjukkan front persatuan melawan invasi Rusia.

Biden sedang melakukan perjalanan ke Polandia pada hari Jumat minggu lalu, (25/3/2022) di mana lebih dari dua juta orang Ukraina telah melarikan diri dari pertempuran.

Ditanya apakah penggunaan senjata kimia oleh Rusia Vladimir Putin akan memicu tanggapan militer dari NATO, Biden menjawab bahwa itu akan memicu tanggapan yang sama.

"Kami akan merespons jika dia menggunakannya. Sifat respons akan tergantung pada sifat penggunaannya," katanya.

Baca juga: Elon Musk Bicara Soal Konflik Rusia-Ukraina, Sebut Putin Lebih Kaya

Negara-negara Barat telah memperingatkan Rusia dapat bersiap untuk menggunakan senjata kimia atau biologi di Ukraina, karena invasinya ke negara itu memasuki minggu kelima.

Sementara, Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson mengatakan akan menjadi bencana jika Rusia menggunakan senjata kimia.

Presiden Rusia Vladimir Putin bersama Presiden Amerika Serikat Joe Biden
Presiden Rusia Vladimir Putin bersama Presiden Amerika Serikat Joe Biden (AFP)

Sedangkan, Sekretaris Jenderal NATO, Jens Stoltenberg telah menjelaskan hal itu akan mengakibatkan konsekuensi yang parah.

Gedung Putih telah membentuk tim keamanan nasional untuk melihat bagaimana AS dan sekutunya harus bereaksi jika Rusia melancarkan serangan kimia.

Biden sebelumnya menekankan Amerika Serikat dan NATO tidak akan mengirim pasukan ke Ukraina karena khawatir akan konfrontasi militer langsung dengan Rusia.

Presiden berbicara setelah pertemuan darurat para pemimpin NATO untuk memperdebatkan bagaimana menanggapi kemungkinan penggunaan senjata pemusnah massal, serta bantuan militer untuk Ukraina dan sanksi yang lebih keras terhadap Moskow.

"Satu-satunya hal yang paling penting adalah kita tetap bersatu," kata presiden setelah KTT.

Biden diperkirakan akan mengumumkan kesepakatan besar dengan Uni Eropa tentang gas alam cair, dalam upaya untuk mengurangi ketergantungan Eropa pada energi Rusia.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved