Perang Rusia Ukraina
Ukraina Terus Tembaki Energodar, Lokasi Keberadaan PLTN Zaporozhye
Pasukan Ukraina melancarkan serangan artileri ke wilayah Energodar, tempat keberadaan PLTN Zaporozhye.
Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
TRIBUNJOGJA.COM, ENERGODAR - Pasukan Ukraina kembali menembakkan peluru artileri ke Energodar, daerah Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Zaporozhye berada.
Klaim ini dikemukakan Vladimir Rogov, anggota pemerintah spilil-militer Energodar. Ada setidaknya tujuh peluru artileri menghantam kota yang telah dikuasai Rusia itu.
Tembakan artileri berat menargetkan kota itu Kamis (18/8/2022) sekitar pukul 22.50 waktu setempat.
PLTN Zaporozhye tidak mengalami kerusakan dalam serangan itu. Juga tidak ada laporan segera tentang korban atau kerusakan infrastruktur sipil.
Baca juga: Siapa Tembaki Pembangkit Nuklir Zaporozhskaya di Ukraina?
Baca juga: Komando Strategis AS Atur Strategi Baru Hadapi Ancaman Nuklir Rusia dan China
Baca juga: Dubes Rusia di PBB Peringatkan Eropa di Ambang Bencana Nuklir
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyuarakan keprihatinan tentang situasi di sekitar fasilitas nuklir pada Kamis, selama pertemuannya dengan pemimpin Ukraina Vladimir Zelensky dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di Lviv.
Tanpa menyalahkan salah satu pihak, Guterres sekali lagi menyerukan demiliterisasi daerah itu. Ia bersikeras kesepakatan "sangat dibutuhkan" untuk membangun Zaporozhye sebagai "infrastruktur murni sipil" untuk memastikan keamanan pabrik.
“Akal sehat harus diutamakan untuk menghindari tindakan apa pun yang dapat membahayakan integritas fisik, keselamatan, atau keamanan pembangkit nuklir,” kata Sekjen PBB itu.
Ia menambahkan fasilitas itu tidak boleh digunakan sebagai bagian dari operasi militer apa pun, dan bahwa setiap kerusakan ke pabrik akan menjadi bunuh diri.
Moskow telah berulang kali menyerukan misi Badan Energi Atom Internasional (IAEA) ke pabrik, yang menurut Guterres hanya bisa terjadi dengan persetujuan Kiev.
Zelensky menegaskan pada Kamis misi semacam itu hanya dapat dilakukan melalui wilayah yang dikuasai Kiev, sambil menyerukan penarikan segera dan tanpa syarat pasukan Rusia dari daerah tersebut.
Namun, memindahkan pasukan Rusia hanya akan membuat pembangkit listrik tenaga nuklir lebih rentan.
Hal ini disampaikan wakil juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Ivan Nechayev, mengutip provokasi berulang pasukan Kiev dan menolak gagasan zona demiliterisasi sebagai tidak dapat diterima.
Kementerian Pertahanan Rusia juga memperingatkan pada Kamis pagi Ukraina mungkin melakukan serangan artileri terhadap PLTN Zaporozhye di tengah kunjungan Guterres dan Erdogan.
Kiev lalu akan menuduh Moskow menyebabkan bencana di lokasi tersebut. Tuduhan balik dilancarkan intelijen militer Ukraina, mengatakan Rusia mungkin melakukan provokasi nuklir.
Pasukan Rusia mengambil alih PLTN Zaporozhye sejak awal dalam operasi militer di Ukraina.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/PLTN-Zaporizhzhia.jpg)