Konflik China AS

Menhan China : Kami Berani dan Siap Mengalahkan Setiap Penyusup

Menteri Pertahanan China Wei Fenghe menyataka tekad militernya siap dan berani mengalahkan setiap penyusup yang ingin masuk negara mereka.

Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
eng.chinamil.com.cn/ Foto oleh Wang Yi
ILUSTRASI. Jet tempur J-16 dari Brigade Penerbangan Angkatan Udara di bawah Komando Teater Timur PLA China lepas landas untuk latihan pertempuran udara pada 21 Februari 2021. 

Sekarang AS bertekad untuk memprovokasi kepentingan inti Tiongkok, sebagai langkah strategis menghentikan meluasnya pengaruh China di dunia.

Lü Xiang, seorang peneliti di Akademi Ilmu Sosial China, mengatakan kepada Global Times, AS memperlakukan pulau Taiwan sebagai entitas politik.

AS khawatir jika tidak mempertahankan kebijakannya di Taiwan, dominasinya di Pasifik barat dan aliansinya dengan Jepang dan Korea Selatan akan goyah.

Bonnie Glaser, Direktur Program Asia di German Marshall Fund AS, dikutip The New York Times mengatakan delegasi Kongres AS lainnya diperkirakan akan mengunjungi Taiwan sebelum akhir bulan ini.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Wang Wenbin mengatakan China mengambil tindakan tegas untuk menjaga kedaulatan dan integritas teritorialnya.

Kantor tinggi China untuk urusan Taiwan mengumumkan tindakan hukuman baru pada separatis "kemerdekaan Taiwan".

Sanksi itu meliputi larangan mereka dan anggota keluarganya memasuki daratan China, SAR Hong Kong dan Makau.

Hubungan institusi afiliasi mereka dengan organisasi dan individu yang relevan di daratan China juga dikurangi.

Selain latihan militer, Wu Xinbo, Dekan Institut Studi Internasional di Universitas Fudan, mengatakan kepada Global Times, China akan bersikap tegas ke siapapun yang berkunjung ke Taiwan.

Siapapun anggota parlemen Amerika atau Inggris, selama mereka mengunjungi pulau Taiwan sebagai anggota parlemen, China dapat menambahkan mereka ke daftar sanksi.

Lü mengatakan apa yang harus diwaspadai AS bukanlah apa yang telah dilakukan China, tetapi apa yang tidak dilakukan China.

Ketegangan yang diprakarsai AS di Selat Taiwan secara langsung maupun tak langsung memicu kekhawatiran negara-negara awasan.

Asia memiliki potensi pembangunan terbesar dan telah lama menikmati stabilitas regional, yang semuanya akan hancur jika China dan AS terlibat konflik.

Tetapi politisi AS kehilangan akal sehat mereka, dan bahaya nyata terletak pada meremehkan tekad China dan kesalahan perhitungan konsekuensi yang disebabkan oleh provokasi mereka.(Tribunjogja.com/GlobalTimes/xna)

 

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved