Perang Rusia Ukraina

Ukraina Takkan Mampu Serang Balik, Rusia Akan Segera Rebut Odessa

Ukraina dinilai tak mampu serang balik Rusia, dan justru Rusia akan segera gelar operasi merebut kota pelabuhan Odessa.

Tayang:
Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
AFP/DANIEL MIHAILESCU
EKSODUS - Pengungsi dari Ukraina tiba dengan feri di titik perbatasan Rumania-Ukraina Isaccea-Orlovka di Isaccea, Rumania, Selasa (8/3/2022). 

TRBUNJOGJA.COM, MOSKOW – Mantan penasihat Menteri Pertahanan AS era Presiden Trump, Kolonel Douglas MacGregor memperkirakan Ukraina takkan mampu menyerang balik Rusia di Donbass.

MacGregor memprediksi cepat atau lambat pasukan Rusia akan dapat segera merebut kota pelabuhan terpenting Ukraina di Odessa.

Jika itu terjadi, Rusia akan sepenuhnya mengontrol garis pantai Laut Hitam berikut kota-kota dan pelabuhannya yang strategis.

“Militer Ukraina belum mampu melakukan serangan balasan yang dijanjikan, dan pasukan Rusia sekarang kemungkinan akan mengambil alih seluruh pantai Laut Hitam Ukraina,” kata Macgregor.

Komentar itu disampaikan di bincang-bincang mantan hakim dan kolumnis AS, Andrew Napolitano, Selasa (16/8/2022).

Baca juga: Artileri Ukraina Hajar Kubu Grup Wagner, Kontraktor Militer Rusia di Donetsk

Baca juga: Dubes China di Rusia Tuding AS Penghasut Utama Perang di Ukraina

Baca juga: Komando Strategis AS Atur Strategi Baru Hadapi Ancaman Nuklir Rusia dan China

Macgregor menepis laporan sama sekali tidak masuk akal di beberapa media AS, militer Rusia telah kehilangan sekitar 80.000 personel di Ukraina.

Veteran Perang Teluk itu mempekirakan angka yang lebih akurat, mungkin antara tiga belas hingga lima belas ribu tewas di pihak Rusia.

Sementara pasukan Ukraina telah kehilangan sekurangnya enam puluh hingga delapan puluh ribu (60.000) prajuritnya.

Mengomentari laporan ini pada akhir Juli, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menggambarkan dugaan angka korban Rusia sebagai palsu.

Dia juga menyesalkan bahkan media yang sudah mapan pun menerbitkan laporan yang menyesatkan akhir-akhir ini.

Terakhir kali Kementerian Pertahanan Rusia memberikan informasi terbaru tentang jumlah korban adalah pada akhir Maret.

Kemenhan Rusia menyatakan jumlah kematian resmi di pihak mereka mencapai 1.351, dan 3.825 prajuritnya terluka.

Ketika diminta untuk mengomentari keadaan terkini di garis depan, mantan pejabat Pentagon itu mengatakan mayoritas personel Rusia telah diberi istirahat, diperbaiki, direorganisasi, untuk memperbarui serangan pada Agustus.

Macgregor mengklaim tanda-tanda pertama dari kejadian itu sudah terlihat, terutama di selatan. Dia memprediksi militer Rusia akan merebut kota pelabuhan utama Odessa, membuat Ukraina menjadi negara yang terkurung daratan.

“Ukraina tidak dapat mengumpulkan serangan balasan apa pun. Jadi, saya tidak melihat banyak bukti Ukraina dapat menghentikan ini, ” kata MacGregor.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved