Perang Rusia Ukraina
Rusia Akui Ledakan Dahsyat Gudang Amunisi di Krimea Aksi Sabotase
Ledakan dahsyat mengguncang gudang amunisi di Krimea Selasa pagi (16/8/2022). Kemenhan Rusia mengakui ledakan itu akibat aksi sabotase.
Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
TRIBUNJOGJA.COM, KRIMEA – Kementerian Pertahanan Rusia mengakui ledakan dahsyat yang menghancurkan gudang amunisi di Krimea terindikasi kuat aksi sabotase.
Rentetan ledakan besar itu terjadi Selasa pagi (16/8/2022) waktu setempat. Kemenhan Rusia menyatakan akan mengambil Langkah-langkah yang diperlukan.
Belum ada pihak yang disangkakan melakukan aksi sabotase itu. Namun berulangkali pemerintah Ukraina mengancam akan menyerang Krimea.
Baca juga: BREAKING NEWS : Rentetan Ledakan Dahsyat Guncang Pangkalan Rusia di Krimea
Baca juga: Jerman Gagalkan Usaha Dua Tentara Bundeswehr yang Ingin Serang Krimea
Baca juga: Medvedev : Jika Serang Krimea, Kiamat Itu Akan Tiba di Ukraina
Ledakan itu menyebabkan kerusakan pada sejumlah objek sipil, termasuk kabel listrik, pembangkit listrik, rel kereta api dan beberapa rumah penduduk.
Situs yang terkena serangan itu terletak di dekat Desa Mayskoye di daerah Dzhankoy di wilayah Rusia.
Militer menggunakannya sebagai gudang amunisi sementara. Informasi awal menyebutkan, Gudang amunisi itu meledak karena ada kebakaran.
Sergey Aksyonov, Kepala Republik Krimea, mengumumkan keadaan darurat di seluruh wilayah pada hari Selasa karena insiden tersebut.
Para pejabat di Krimea mengatakan dua warga sipil terluka di Mayskoye. Namun nyawa kedua korban tidak dalam bahaya.
Lalu lintas kereta api juga terganggu di Krimea karena kerusakan jalur kereta api. Pemerintah daerah mengatakan akan mengerahkan bus tambahan untuk mengangkut penumpang.
Kebakaran lain di gudang amunisi terjadi pekan lalu di lapangan terbang militer dekat kota resor Novofedorovka.
Insiden itu menyebabkan satu orang tewas dan 14 lainnya luka-luka. Kementerian Pertahanan tidak melaporkan dugaan aksi kesengajaan di peristiwa ini.
Penduduk desa Mayskoye di timur laut Krimea diperintahkan untuk mengungsi pada Selasa menyusul ledakan kuat di dekatnya.
Ledakan itu terjadi di gudang amunisi sementara yang dioperasikan oleh militer Rusia di Semenanjung Krimea yang strategi situ.
Permukiman ini terletak di wilayah Dzhankoy, dekat Ukraina, dan diyakini memiliki sekitar 2.000 penduduk.
Ini adalah insiden kedua di Semenanjung Krimea sejak awal bulan. Pekan lalu, serangkaian ledakan terjadi di lapangan terbang militer Saki.