Berita Otomotif Terkini

DKW Hummel 1961: Motor Klasik, Ikonik nan Unik Pabrikan Jerman

Kendati sudah berusia lebih dari 60 tahun, motor ini masih bisa dikendarai dengan mesin yang masih hidup

Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Hanif Suryo
DKW Hummel 1961 

Apabila motor keluaran tahun 90-an menggunakan starter dengan satu tuas, DKW ini menggunakan tuas yang desainnya seperti sepeda kayuh.

Inilah yang menjadi motor klasik ini dianggap unik saat ini.

Tuas berbentuk kayuh lazimnya yang ada pada sepeda kayuh yang berfungsi untuk menggerakkan rantai sehingga roda berputar disematkan pada motor ini.

Secara tampilan, motor ini mengusung desain mirip sepeda pancal yang tampak pada model jok tunggal serta lampu depan mini berbentuk bulat. Kesan sepeda kayuh juga tampak pada bagian kaki-kaki, model suspensi, model pijakan kaki atau footstep, dan juga velg dengan jari-jari cukup banyak.

Roda depan motor ini dipandu dengan suspensi lengan ayun pendek, sedangkan roda belakang disokong suspensi yang cukup elastis.

Pada cross-arm, memiliki aksen krom yang tergolong cukup mewah di era tersebut dan celemek yang menutupi roda depan bagian bawah.

Baca juga: Restorasi Motor Gaib Suzuki Satria 120S Test Ride 1998

Punya Selera Berbeda

Meski secara usia Gilar tergolong muda, namun ia mengaku memiliki ketertarikan terhadap benda-benda antik termasuk untuk kendaraan yang ditunggangi sehari-hari.

Ia pun mengaku lebih tertarik pada motor tua, dibandingkan motor sport maupun matic berbody bongsor yang digemari kebanyakan anak muda seusianya.

"Saya lebih suka melihat motor itu dari sejarahnya, rasanya unik saja, bagaimana dulu motor seperti ini dibuat oleh DKW untuk transportasi jarak pendek seperti ke pasar, ke tempat pertemuan," kata Gilar.

Tak sekadar sebagai pajangan, DKW Hummel klangenan miliknya ternyata juga sempat dikendarai melintasi sejumlah daerah di wilayah DIY- Jawa Tengah. 

"Sama sekali tidak ada kendala dalam perjalanan. Meski, dari segi kecepatan memang tak sekencang motor motor tua pabrikan Eropa lain yang kapasitas mesinnya besar, motor saya ini maksimal digeber 50 km/jam," kelakar Gilar.

Mengenai perawatan, DKW Hummel ini diakui Gilar tak terlalu sulit.

Terpenting ialah tak boleh kelewatan mengganti oli sampingnya. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved