Berita Otomotif Terkini

DKW Hummel 1961: Motor Klasik, Ikonik nan Unik Pabrikan Jerman

Kendati sudah berusia lebih dari 60 tahun, motor ini masih bisa dikendarai dengan mesin yang masih hidup

Tayang:
Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Hanif Suryo
DKW Hummel 1961 

TRIBUNJOGJA.COM- Desain motor bebek (moped) DKW Hummel yang tak lazim seperti motor kebanyakan saat ini, menjadi satu di antara faktor utama pehobi motor tua asal Yogyakarta, Gilar Alam Ardiansyah Putra (23), meminang motor besutan pabrik Dampf Kraft Wagen Jerman ini sebagai klangenannya.

Pemuda yang menekuni profesi sebagai penjual barang pusaka seperti keris dan pusaka antik ini mengaku langsung kepincut kala melihat DKW Hummel berkelir merah bata ini terpampang di sebuah marketplace, sekira 2019 silam.

Bagi Gilar yang menggemari barang-barang antik, DKW Hummel dengan kondisi yang hampir 90 persen orisinil ini, bak menjadi motor impian yang sayang apabila dilewatkan.

Tanpa pikir panjang, Gilar langsung memutuskan menjual motor barunya yang belum genap sebulan ia beli.

Baca juga: Indonesian Custom Show 2022 Pamerkan Motor Sarat Sejarah Mbah Brantas

Uang hasil penjualan motor baru tersebut langsung dialokasikan untuk membeli DKW Hummel tahun 1961, yang didapatnya dari daerah Solo, Jawa Tengah.

"Motor ini saya dapatkan sekitar tahun 2019, bertepatan bulan Ramadan. Setelah melihat motor DKW Hummel ini dijual melalui sebuah marketplace, saya putuskan untuk langsung menjual Yamaha Mio yang belum genap dua minggu saya beli, agar uangnya dapat digunakan untuk membeli DKW Hummel ini," terang Gilar juga merupakan anggota Motor Antik Club (MAC) Yogyakarta .

Dari modal menjual motor itu, ditambah sedikit tabungannya Gilar akhirnya bisa mendapatkan motor lansiran pabrikan Jerman itu seharga Rp 15 juta.

"Waktu beli itu, subuh-subuh motor diantar langsung pemiliknya dari Solo ke rumah saya. Kondisinya masih bagus, bisa jalan, panel panel sebagian besar juga berfungsi," terang Gilar.

Gilar bersyukur DKW Hummel yang dikirim sesuai ekspektasinya, terlebih ia hanya 'memantau' motor incarannya dari foto-foto yang diposting melalui marketplace.

Sehingga, DKW Hummel berkelir merah bata ini tak membutuhkan banyak perbaikan termasuk untuk restorasi, termasuk untuk karburator, busi, lampu depan, juga kampas-kampas rem yang dalam kondisi baik.

"Untuk bodi memang sebagian besar orisinil, tak perlu banyak perubahan," jelas Gilar.

Menilik spesifikasinya, DKW Hummel dibekali mesin tipe 2-stroke, silinder tunggal, berpendingin udara dengan sirkulasi terbalik, berkapasitas 49cc.

Dengan modal tersebut, motor unik ini diklaim mampu menyemburkan daya maksimal 1,35 PS pada putaran 4.400 hingga 4.500 rpm melalui sistem transmisi manual 3-percepatan.

Kendati sudah berusia lebih dari 60 tahun, motor ini masih bisa dikendarai dengan mesin yang masih hidup.

Untuk menyalakan mesin motor ini memakai model kick starter.

Apabila motor keluaran tahun 90-an menggunakan starter dengan satu tuas, DKW ini menggunakan tuas yang desainnya seperti sepeda kayuh.

Inilah yang menjadi motor klasik ini dianggap unik saat ini.

Tuas berbentuk kayuh lazimnya yang ada pada sepeda kayuh yang berfungsi untuk menggerakkan rantai sehingga roda berputar disematkan pada motor ini.

Secara tampilan, motor ini mengusung desain mirip sepeda pancal yang tampak pada model jok tunggal serta lampu depan mini berbentuk bulat. Kesan sepeda kayuh juga tampak pada bagian kaki-kaki, model suspensi, model pijakan kaki atau footstep, dan juga velg dengan jari-jari cukup banyak.

Roda depan motor ini dipandu dengan suspensi lengan ayun pendek, sedangkan roda belakang disokong suspensi yang cukup elastis.

Pada cross-arm, memiliki aksen krom yang tergolong cukup mewah di era tersebut dan celemek yang menutupi roda depan bagian bawah.

Baca juga: Restorasi Motor Gaib Suzuki Satria 120S Test Ride 1998

Punya Selera Berbeda

Meski secara usia Gilar tergolong muda, namun ia mengaku memiliki ketertarikan terhadap benda-benda antik termasuk untuk kendaraan yang ditunggangi sehari-hari.

Ia pun mengaku lebih tertarik pada motor tua, dibandingkan motor sport maupun matic berbody bongsor yang digemari kebanyakan anak muda seusianya.

"Saya lebih suka melihat motor itu dari sejarahnya, rasanya unik saja, bagaimana dulu motor seperti ini dibuat oleh DKW untuk transportasi jarak pendek seperti ke pasar, ke tempat pertemuan," kata Gilar.

Tak sekadar sebagai pajangan, DKW Hummel klangenan miliknya ternyata juga sempat dikendarai melintasi sejumlah daerah di wilayah DIY- Jawa Tengah. 

"Sama sekali tidak ada kendala dalam perjalanan. Meski, dari segi kecepatan memang tak sekencang motor motor tua pabrikan Eropa lain yang kapasitas mesinnya besar, motor saya ini maksimal digeber 50 km/jam," kelakar Gilar.

Mengenai perawatan, DKW Hummel ini diakui Gilar tak terlalu sulit.

Terpenting ialah tak boleh kelewatan mengganti oli sampingnya. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved