Inilah Program Penanggulangan Kemiskinan Dampak Pandemi di Kabupaten Sleman

Ketua Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) Kabupaten Sleman, Danang Maharsa

Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Iwan Al Khasni
Pemkab Sleman
Ketua Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) Kabupaten Sleman, Danang Maharsa, S.E 

Tribunjogja.com Sleman - Tim Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) Kabupaten Sleman menggelar Roadshow ke 17 kecamatan (kapanewon) di Kabupaten Sleman.

Langkah itu dilakukan sebagai upaya untuk mendengarkan secara riil kondisi masyarakat miskin dan rentan miskin terdampak pandemi covid-19.

Ketua Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) Kabupaten Sleman, Danang Maharsa, S.E mengatakan, setelah menampung fakta dilapangan, Tim Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) Kabupaten Sleman, melakukan konsolidasi program pengentasan kemiskinan.

"Tujuannya adalah penanggulangan kemiskinan integratif, baik jangka pendek atau jangka panjang."kata Danang Maharsa yang juga menjadi Wakil Bupati Sleman, Kamis (11/8/2022).

TKPKD tidak hanya bertumpu pada program dengan anggaran APBD atau APBN, tetapi juga meminta semua stakeholder pemerintah Kabupaten Sleman untuk memprioritaskan programnya untuk penanggulangan kemiskinan di Sleman.

Sejumlah lembaga swasta yang dikonsilidasi antara lain, kekuatan lembaga amil zakat atau kelompok charity, Forum Tanggjawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSP) di Sleman, serta sejumlah lembaga swasta lainnya.

Ada empat sektor yang saat ini diskema menjadi program pengentasan kemiskinan.

Pertama, peningkatan kualitas UMKM. Semua kategori UMKM di Sleman harus lebih cepat naik kelas, mampu merambah pasar digital berdaya-saing tinggi.

Bentuk-bentuk program yang telah dijalankan kaitannya dengan sektor UMKM adalah, bantuan pengurusan izin usaha, pembinaan pengemasan produk, serta program bantuan pemodalan.

Disinergikan dengan program-program pemerintah pusat dan Pemerintah Kabupaten Sleman di Tahun 2022 ini mengalokasikan anggaran 4,7 Miliar untuk pemberdayaan UMKM.

Kedua, sektor pertanian. Tim penangulangan kemiskinan mengkonsolidasi petani melakukan langkah produksi invotif. Salah satu kegiatan yang dimasifkan adalah bantuan bibit pertanian serta mendorong komunitas milenial turun tangan mengarap sektor pertanian.

Kelompok usia milenial termasuk kategori terdampak pandemi cukup besar karena pemutusan kerja. Pemerintah mengorganisir mereka untuk membuat kelompok tani. Mengarap lahan pertanian dengan bantuan bibit, pendampingan, serta alat produksi.

Hingga saat ini sudah ada tiga kelompok petani milenial yang telah berjalan di Sleman. Ketiganya berada di wilayah dengan angka kemiskinan tertinggi di Kabupaten Sleman yaitu Kapanewon Minggir, Moyudan, dan Prambanan.

Dukungan yang lebih luas bagi kalangan petani antara lain, pembentukan hilir dari sektor pertanian. Yakni berupa rumah lelang hasil tani masyarakat. Program ini sudah berjalan di sejumlah kapenewon yang tidak saja ada di wilayah dengan status termiskin.

Ketiga, sektor pariwisata.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved