Konflik Rusia Ukraina

Rusia Desak DK PBB Segera Gelar Sidang Darurat Nuklir Zaporozhye

Rusia desak DK PBB segera gelar sidang darurat terkait bahaya ke reaktor nuklir Zaporozhye Energodar Ukraina. Bencana sangat buruk bisa terjadi.

Tayang:
Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
The Verge
Kondisi PLTN Zaporizhzhia di Ukraina sebelum dibombardir tentara Rusia. Ini merupakan PLTN terbesar di Eropa dengan 6 reaktor nuklir yang mampu menghasilkan energi listrik 40-42 miliar kWh. 

TRIBUNJOGJA.COM, MOSKOW – Rusia meminta sidang darurat Dewan Keamanan PBB guna membahas krisis reactor nuklir Zaporozhye.

Moskow dikutip Russia Today, Rabu (10/8/2022) menuduh Kiev menyerang Kawasan pembangkit listrik tenaga nuklir terbesar di Eropa dalam beberapa waktu terakhir.

Moskow memperingatkan risiko terulangnya bencana Chernobyl. Sebaliknya, Ukraina didukung sponsor barat menuduh Rusia yang menyerang fasilitas nuklir tersebut.

Baca juga: Siapa Tembaki Pembangkit Nuklir Zaporozhskaya di Ukraina?

Baca juga: Rusia Hanya Gunakan Nuklir Jika Ada Ancaman Eksistensial

Baca juga: Ancaman Nuklir Menarget AS dan Eropa, Ini Kata Dewan Keamanan Rusia

Moskow ingin Kepala Pengawas Nuklir PBB, Badan Energi Atom Internasional (IAEA), memberi tahu dewan tentang situasi tersebut.

Wakil Kepala Misi Rusia untuk PBB, Dmitry Polyansky, mengatakan masyarakat perlu belajar tentang provokasi Ukraina. Pertemuan itu diperkirakan akan berlangsung Kamis.

Rusia mengatakan Ukraina bertanggung jawab atas serangkaian serangan pesawat tak berawak dan serangan artileri di lokasi reaktor nuklir. Penembakan terbaru dilaporkan akhir pekan lalu.

Kiev membantah tuduhan tersebut dan mengklaim Rusia telah menembaki fasilitas itu sendiri untuk mendiskreditkan Ukraina.

Saling Tuding Rusia vs Ukraina

Dewan Keamanan Nasional Kiev juga menuduh Moskow menggunakan pembangkit listrik itu sebagai pangkalan militer, menyimpan senjata berat dan personel di sana.

IAEA tidak memiliki akses ke situs tersebut sejak sebelum konflik Rusia-Ukraina meningkat pada akhir Februari.

Mereka bergantung laporan Ukraina untuk menilai situasi di lapangan. Pabrik Zaporozhye diawaki pekerja nuklir Ukraina meskipun berada di bawah kendali Rusia.

Pada Sabtu, Direktur Jenderal Rafael Mariano Grossi menyatakan keprihatinan IAEA atas serangan artileri, menekankan risiko sangat nyata dari bencana nuklir di wilayah tersebut dan Eropa.

“Saya mengutuk setiap tindakan kekerasan yang dilakukan di atau di dekat pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporozhye atau terhadap stafnya,” tegasnya.

Grossi diharapkan memimpin inspeksi fasilitas untuk penilaian independen terhadap situasi dan verifikasi bahwa perlindungan non-proliferasi tetap ada.

Pabrik Zaporozhye adalah yang terbesar di Eropa dan menyimpan puluhan ton uranium dan plutonium yang diperkaya di inti reaktornya.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved