Ancaman Nuklir Menarget AS dan Eropa, Ini Kata Dewan Keamanan Rusia

Dia mengatakan jika orang Amerika berhasil mencapai tujuan itu, maka akan ada "kekuatan nuklir terbesar dengan rezim politik yang tidak stabil,

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Yoseph Hary W
Thinkstock
Ilustrasi senjata nuklir 

TRIBUNJOGJA.COM - Potensi adanya ancaman bencana nuklir dari Rusia yang menarget AS dan Eropa diungkap oleh Dewan Keamanan Rusia. 

Dilaporkan bahwa Kremlin tidak akan mengesampingkan penggunaan nuklir jika terjadi "ancaman eksistensial".

Wakil ketua Dewan Keamanan Rusia, Dmitry Medvedev, mengatakan bahwa AS mencari "akhir dari tanah air kita". Tuduhan orang dekat Presiden Rusia Vladimir Putin itu juga menyatakan bahwa meningkatnya ketegangan dapat mengakibatkan potensi bencana nuklir.

Dmitry Medvedev yang sebelumnya menjabat sebagai presiden dan perdana menteri, menulis dalam sebuah posting di situs jejaring sosial Rusia, VK.com, dilansir The Hill. 

Dia menyebut bahwa Rusia telah menjadi "target permainan biasa-biasa saja dan primitif yang sama" sejak runtuhnya Uni Soviet. "Ini berarti bahwa Rusia harus dipermalukan, dibatasi, diguncang, dibagi, dan dihancurkan," tulis Medvedev.

Dia mengatakan jika orang Amerika berhasil mencapai tujuan itu, maka akan ada "kekuatan nuklir terbesar dengan rezim politik yang tidak stabil, kepemimpinan yang lemah, kehancuran ekonomi dan jumlah maksimum hulu ledak nuklir yang ditujukan untuk target di AS dan Eropa."

Bulan lalu, Putin menempatkan sistem pertahanan nuklir Rusia dalam siaga tinggi, meningkatkan kekhawatiran akan eskalasi antara AS dan Rusia, dua negara adidaya nuklir.

Invasi Rusia ke Ukraina bulan lalu telah menuai kecaman luas dari negara-negara di seluruh dunia.

AS telah memimpin dalam penerapan sanksi yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap Rusia ketika ketegangan meningkat antara kedua negara, mencapai tingkat yang tidak terlihat sejak Perang Dingin.

Sebelum menginvasi Ukraina, Putin telah menyuarakan keprihatinan tentang kehadiran besar NATO di Eropa Timur.

Dia menuntut Ukraina untuk tidak pernah bergabung dengan aliansi tersebut, sebuah seruan yang ditolak oleh AS dan sekutunya.

Presiden Biden menyebut Putin sebagai "penjahat perang" minggu lalu. Lalu Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken menetapkan bahwa Rusia telah melakukan kejahatan perang di Ukraina.

Terlepas dari ketegangan di Ukraina, para pemimpin AS telah lama mengatakan bahwa mereka menginginkan perdamaian dan Rusia yang stabil.

Tapi Kremlin tidak akan mengesampingkan penggunaan nuklir jika terjadi "ancaman eksistensial".

Artikel tayang di https://www.kompas.com/global/read/2022/03/24/153000570/orang-dekat-putin-sebut-ada-potensi-bencana-nuklir-?page=all#page2

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved