Berita Magelang Hari Ini

Kasus Pembunuhan Pelajar SMP di Grabag Magelang, Ini Tuntutan Warga Terhadap Pelaku

Warga berharap tersangka kasus pembunuhan pelajar SMP di Grabag tersebut bisa mendapatkan hukuman setimpal atau seberatnya-beratnya.

Tribunjogja/Nanda Sagita Ginting
Perwakilan warga dan Kapolres Magelang berfoto bersama seusai audiensi di kantor Polres Magelang, Selasa (09/08/2022) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Kasus pembunuhan pelajar SMP di Grabag Magelang masih menyisakan duka mendalam.

Selain pihak keluarga, duka terkait kasus pembunuhan pelajar SMP di Grabag itu juga turut dirasakan oleh warga Dusun Sudimoro, Desa Baleagung, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang.

Seperti diketahui, seorang remaja berinisial WHS (13) menjadi korban dalam kasus pembunuhan pelajar SMP di Grabag Magelang.

WSH yang menjadi korban dalam pembunuhan pelajar SMP di Grabag tersebut diketahui dibunuh oleh teman sekelasnya sendiri, yakni IA (15), yang saat ini sudah berstatus tersangka.

Dukungan moril terus diperlihatkan warga desa tempat korban tinggal.

Baca juga: Berkas Perkara Pembunuhan Pelajar SMP di Grabag Magelag Segera Dilimpahkan ke Pengadilan

Baca juga: Ini yang Dilakukan Tersangka Pembunuh Pelajar SMP di Grabag Magelang Seusai Membunuh Korban

Dan pada hari ini, Selasa (09/08/2022), sebanyak 25 orang perwakilan desa mendatangi kantor Polres Magelang, di Jalan Soekarno Hatta, Sawitan, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang, untuk mengawal kasus pembunuhan pelajar SMP di Grabag ini.

Warga pun berharap tersangka kasus pembunuhan pelajar SMP di Grabag tersebut bisa mendapatkan hukuman setimpal atau seberatnya-beratnya.

Perwakilan warga yang mendatangi Polres Magelang di antaranya adalah Kepala Desa, Kepala Dusun, Kepala RT dan tokoh masyarakat setempat.

Kepala Desa Baleagung, Nur Muhammad Solikhin, menuturkan kedatangan perwakilan warga ke kantor Polres Magelang untuk menanyakan perkembangan kasus pembunuhan pelajar SMP di Grabag tersebut.

"Karena, banyak warga  ingin menanyakan. Sehingga, kami pun datang ke sini. Alhamdullilah, diterima oleh Bapak Kapolres dengan tim. Tadi, ada enam orang yang masuk menemui Pak Kapolres. Kami cukup puas dengan hasilnya. Dan, nanti akan kami sampaikan kepada warga kami biar tidak ada rasa penasaran lagi," ujarnya seusai bertemu dengan Kapolres Magelang di kantornya, Selasa (09/08/2022).

Perkembangan kasus pembunuhan pelajar SMP di Grabag, Kabupaten Magelang, tersangka terancam hukuman mati
Perkembangan kasus pembunuhan pelajar SMP di Grabag, Kabupaten Magelang, tersangka terancam hukuman mati (dok.kolase Tribun Jogja/ kompas.com)

Ia menambahkan, kondisi kedua orangtua korban hingga saat ini masih syok dan belum bisa berbicara banyak terkait kasus pembunuhan pelajar SMP di Grabag yang menimpa anaknya.

"(Orangtua korban) Belum bisa banyak bicara masih syok. Jadi, hari ini pun tidak bisa hadir ke sini,"ucapnya.

Sementara itu, Kapolres Magelang, AKBP Mochammad Sajarod Zakun, mengatakan pihaknya mengimbau kepada warga agar mempercayakan penanganan kasus pembunuhan pelajar SMP di Grabag ini kepada pihak kepolisian.

Dirinya berjanji akan membuat kasus pembunuhan pelajar SMP di Grabag ini ditangani secara transparan, sesuai prosedur, dan profesional.

"Pasrahkan penanaganan ini kepada pihak kepolisian bahwasannya kami berjanji untuk membuat terang menderang penanganan perkara ini sesuai dengan prosedur, secara profesional dan transparan, tidak ada yang kami tutupi," terangnya.

"Kami juga bersepakat dengan Pak Kades mewakili warga yang datang untuk sama-sama mengawal penangan perkara ini, apabila ada informasi-informasi baru terkait masalah perkara tersebut  segera sampaikan ke pihak kepolisian, apa itu polres atau Polsek, ataupun pak kades  juga bisa,"urainya. (*)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved