Suporter PSS Sleman Meninggal

Ayah Tri Fajar Firmansyah: Saya Tidak Punya Rasa Dendam, Cukup Anak Saya yang Jadi Korban

Ayah Fajar, Wahyudi tampak tak kuasa menahan tangis setiap kali ada pelayat yang menyalami dan mengucapkan duka cita.

TRIBUNJOGJA.COM / Neti Istimewa Rukmana
Suasana pemakaman Tri Fajar Firmansyah (23), korban bentrok suporter bola pekan lalu, Selasa (3/8/2022). 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Isak tangis mengiringi pemakaman Tri Fajar Firmansyah (23), salah satu suporter PSS Sleman yang meninggal setelah dianiaya oleh sekelompok orang dalam kericuhan suporter bola yang terjadi pada Senin (25/7/2022) lalu.

Fajar dimakamkan di tempat pemakaman umum yang tak jauh dari rumahnya di Glendongan, Tambakbayan, RT013/001, Caturtunggal, Depok, Sleman, DI  Yogyakarta, Selasa (3/8/2022) siang.

Ayah Fajar, Wahyudi tampak tak kuasa menahan tangis setiap kali ada pelayat yang menyalami dan mengucapkan duka cita.

Sementara sang ibu hanya terdiam tak kuasa melihat anaknya meninggal dunia setelah menjadi korban salah sasaran.

Saat perwakilan tokoh masyarakat menyampaikan sambutan, Wahyudi pun nampak terus mengusap air mata yang membasahi pipinya.

Meski terlihat tegas, raut wajahnya tak bisa menyembunyikan kesedihannya.

Tak banyak kata yang keluar dari mulutnya.

Sementara di rumah duka, ribuan Sleman Fans hadir untuk mengantarkan Tri Fajar Firmansyah ke tempat peristirahatan terakhirnya di pemakaman umum wilayah setempat.

Tak hanya itu, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo pun hadir ke rumah duka untuk ikut melepas kepergian Tri Fajar Firmansyah.

Jenazah Tri Fajar Firmansyah kemudian langsung dibawa ke tempat peristirahatan terakhirnya.

Di sepanjang jalan menuju makam, ribuan Sleman Fans yang sebagian besar mengenakan pakaian berwarna hitam turut hadir untuk memberikan penghormatan kepada pemuda yang menjadi korban salah sasaran dalam kericuhan suporter yang terjadi pada 25 Juli lalu.

Seusai pemakaman, ayah Tri Fajar Firmansyah, Wahyudi mengaku tak memiliki rasa dendam kepada siapa pun meski anaknya meninggal dunia.

Wahyudi hanya meminta kasus kematian anaknya diusut tuntas dan pelaku dihukum sesuai dengan aturan yang berlaku.

Kedepan, Wahyudi berharap kejadian seperti yang dialami oleh anaknya tidak terjadi lagi.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved