Konfik China Taiwan

Analis Politik Prediksi Kunjungan Pelosi ke Taiwan Takkan Picu Perang

Analis politik Timur Fomenko memprediksi kunjungan Ketua DPR Nancy Pelosi ke Taiwan takkan memicu perang.

Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
REUTERS/JONATHAN ERNST
Ketua House of Representatives (DPR AS) Nancy Pelosi merobek dokumen pidato kenegaraan (State of the Union) Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dalam sesi gabungan Kongres AS di Capitol Hill, Washington, pada 4 Februari 2020. 

TRIBUNNEWS.COM, MOSKOW – Analis geopolitik dan kolumnis Timur Fomenko memprediksi retorika keras dan krisis China-AS -Taiwan tidak akan memicu perang.

Lewat ulasannya di situs Russia Today, Sabtu (30/7/2022), Timur Fomenko meyakini China tidak akan mengambil langkah keras jika Pelosi jadi ke Taiwan.

“Ini mungkin reaksi yang berlebihan karena banyak alasan yang jelas. China tidak akan menyerang Taiwan jika Nancy Pelosi berkunjung,” tulis Timur Fomenko.

Namun, menurut Fomenko, situasi seperti itu tetap memaksa Beijing melegitimasi kembali klaimnya atas pulau itu dan mencegah penghinaan politik.

Baca juga: Ini Perkiraan Skenario China Jika Ketua DPR AS Nancy Pelosi Nekat Datang ke Taiwan

Baca juga: Media Taiwan Ulas Krisis dan Ancaman China Jika Nancy Pelosi Datang

Baca juga: Jelang Tur Asia Nancy Pelosi China Gelar Latihan Militer di Laut China Selatan

Ketua DPR AS Nancy Pelosi dalam perjalanan tur Asia dan dikabarkan ingin singgah di Taiwan, meski bersifat tentatif.

Kunjungan itu merupakan pengulangan rencana kunjungan yang semula April, tetapi batal ketika dia dinyatakan positif Covid-19.

Jika dilanjutkan, itu akan menjadi kunjungan pertama Ketua DPR AS ke pulau itu dalam 25 tahun terakhir.

Dulu, Newt Gingrich dari Partai Republik, datang ke Taipei. Tapi konteksnya dia melakukannya sebagai politisi oposisi Presiden Bill Clinton, seorang Demokrat.

Kali ini, Pelosi, sebagai bagian dari partai mayoritas, dilaporkan memimpin delegasi tur Asia pada saat ketegangan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Perjalanan itu juga bertepatan peringatan berdirinya Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA), yang jatuh pada 1 Agustus.

Meskipun Presiden Joe Biden, serta militer AS, telah menyuarakan keberatan terhadap usaha tersebut, tampaknya hal ini tidak akan berhasil menghalangi Pelosi.

Politisi garis keras Partai Republik sekarang mendukungnya dan mengatakan AS akan tampak lemah jika Pelosi mundur atau membatalkan rencananya.

Menurut Timur Fomenko, ini menciptakan dilema yang sangat disayangkan, terutama mengingat panggilan telepon Kamis antara Biden dan Presiden China Xi Jinping.

Xi saat itu memperingatkan Washington untuk tidak “bermain api” mengenai Taiwan.

ARMADA kapal perang China berlayar di perairan Laut China Selatan dalam rangkaian latihan gugus tugas luat. China memperingatkan kunjungan Ketua DPR AS Nancy Pelosi ke Taiwan bisa
ARMADA kapal perang China berlayar di perairan Laut China Selatan dalam rangkaian latihan gugus tugas luat. China memperingatkan kunjungan Ketua DPR AS Nancy Pelosi ke Taiwan bisa "membakar" kawasan dan hubungan China-Rusia. (China Military/Global Times)
Halaman
123
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved