Tips Kesehatan
Tips Pengobatan Hipertensi: Inilah Daftar 5 Obat Herbal Penurun Tekanan Darah Tinggi
Bahan alami untuk pengobatan hipertensi antara lain pegagan, meniran, temulawak, seledri, dan bahkan kumis kucing.
Penulis: Noristera Pawestri | Editor: Yoseph Hary W
TRIBUNJOGJA.COM - Pengobatan hipertensi ternyata bisa dilakukan dengan cara mengonsumsi beberapa jenis bahan alami sebagai obat herbal.
Bahan alami untuk pengobatan hipertensi antara lain pegagan, meniran, temulawak, seledri, dan bahkan kumis kucing.
Sebagaimana diketahui bahwa tekanan darah tinggi atau hipertensi banyak dialami orang, termasuk di Indonesia.
Efek hipertensi bisa membahayakan jiwa seperti terkena penyakit jantung hingga serangan stroke.
Baca juga: Waspada Hipertensi: Stres dan Cemas Bisa Memicu Tekanan Darah Tinggi, Ini Penjelasan Ahli Jantung
Mengutip laman p2ptm.kemkes.go.id tekanan darah ditulis sebagai tekanan sistolik garis miring tekanan diastolik, misalnya 120/80 mmHg, dibaca seratus dua puluh per delapan puluh.
Dikatakan tekanan darah tinggi jika pada saat duduk tekanan sistolik mencapai 140 mmHg atau lebih, atau tekanan diastolik mencapai 90 mmHg atau lebih, atau keduanya.
Pada tekanan darah tinggi, biasanya terjadi kenaikan tekanan sistolik dan diastolik.
Pada hipertensi sistolik terisolasi, tekanan sistolik mencapai 140 mmHg atau lebih, tetapi tekanan diastolik kurang dari 90 mmHg dan tekanan diastolik masih dalam kisaran normal. Hipertensi ini sering ditemukan pada usia lanjut.
Sejalan dengan bertambahnya usia, hampir setiap orang mengalami kenaikan tekanan darah; tekanan sistolik terus meningkat sampai usia 80 tahun dan tekanan diastolik terus meningkat sampai usia 55-60 tahun, kemudian berkurang secara perlahan atau bahkan menurun drastis.
Bagi Anda pengidap hipertensi, ada beberapa cara menurunkan tekanan darah secara alami.
Di antaranya menggunakan alternatif obat herbal. Obat herbal darah tinggi sebenarnya cukup gampang ditemukan di sekitar kita.
Melansir Buku Jamu Saintifik: Suatu Lompatan Ilmiah Pengembangan Jamu yang diterbitkan Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional (B2P2TOOT) Balitbangkes, Kemenkes pada 2017, pengobatan hipertensi dapat juga dilakukan dengan ramuan jamu saintifik dalam bentuk sediaan rebusan simplisia.
Baca juga: Waspada Diabetes, Inilah Gejala yang Bisa Muncul Bila Kadar Gula Darah Anda Melebihi Batas Normal
Berikut beberapa jenis obat herbal hipertensi yang bisa Anda coba:
1. Seledri
Secara empiris, seledri dapat dimanfaatkan sebagai peluruh air seni dan penurun tekanan darah.
Apigenin dalam herba seledri berfungsi sebagai beta bloker yang dapat memperlambat detak jantung dan menurunkan kekuatan konstraksi jantung sehingga aliran darah yang terpompa lebih sedikit dan tekanan darah menjadi berkurang.
Sementara, apiin, senyawa glikosida dari apigenin, bersifat diuretic, yaitu membantu ginjal mengeluarkan kelebihan cairan dan garam dari dalam tubuh sehingga berkurangnya cairan dalam darah akan menurunkan tekanan darah.
2. Kumis kucing
Orthosiphon Aristatus alias kumis kucing bisa menjadi obat herbal hipertensi (balittro.litbang.pertanian.go.id)
Secara empiris, kumis kucing dimanfaatkan sebagai diuretik dan peluruh batu ginjal.
Tanaman ini memiliki efek sebagai diuretik alami karena mengandung kalium pada bagian daun.
Keberadaan inositol serta flavonoid sinensetin juga berkontribusi terhadap efek kumis kucing sebagai diuretik.
3. Pegagan
Secara empiris, pegagan digunakan untuk membantu memperlancar aliran darah.
Data Ristoja (2015) menunjukkan bahwa penggunaan pegagan oleh penyehat tradisional di Jawa Barat (Jabar) dan Banten sebagai obat penurun tekanan darah dan mengobati sakit kepala.
Kandungan zat aktif yang berperan dalam aktivitas sebagai pelancar aliran pembuluh darah adalah asiatikosid, yaotu senyawa gloingan glikosida triterpenoid.
Senyawa tersebut terbukti dapat meningkatkan mikrosirkulasi, menurunkan permeabilitas kapiler, dan memproteksi memburuknya proses mikrosirkulasi.
Ekstrak air etanol 80 persen pegagan (16 g/20 ml/kg) yang dilarutkan dalam akuabides memberikan efek penurunan tekanan darah pada tikus hipertensi yang diinduksi dengan L-NAME (L-nitro L-arginin metil ester).
4. Temulawak
Temulawak adalah tanaman asli Indonesia yang secara tradisional digunakan untuk mengobati bermacam penyakit, termasuk hipertensi.
Temulawak terbukti mengandung flavonoid yang memiliki fungsi melindungi endotel vascular.
Hasil penelitian menunjukkan pemberian temulawak dalam kombinasi dengan kumis kucing, selederi, pegagan, kunyit dan meniran dosis 72 mg/kg bb memberikan efek penurunan tekanan darah pada tikus Wistar hipertensi yang didinduksi prednisone 1,5 mg/kg bb dan NACl 2 persen.
5. Meniran
Hasil Ristoja (2015) di etnis Meranjat, Sumatera Selatan, herba meniran digunakan untuk mengobati tekanan darah tinggi.
Secara empiris, herba meniran digunakan untuk pengobatan tekanan darah tinggi dan peluruh air seni.
Berdasarkan penelitian, meniran mengandung kalium yang bermanfaat untuk meningkatkan cairan intraseluler dengan menarik cairan esktraseluler, sehingga terjadi perubahan kesimbangan pompa natrium-kalium yang akan meyebabkan penurunan tekanan darah tinggi.
Resep dan cara peracikan
Komposisi ramuan Satu kemasan formula ramuan hipertensi, terdiri atas:
- Herba seledri 15 gram
- Herba pegagan 9 gram
- Daun kumis kucing 9 gram
- Rimpang temulawak 9 gram
- Rimpang kunyit 9 gram
- Herba meniran 9 gram
Peracikan
Ramuan disiapkan dengan mengikuti prinsip dasar pembuatan infusa, yaitu dengan langkah-langkah sebagai berikut:
- Didihkan 6 gelas air
- Masukkan 1 kemasan ramuan jamu
- Tunggu selama kurang lebih 15 menit atau sampai air tersisa 3 gelas dengan nyala api kecil dengan sesekali diaduk
- Diamkan hingga hangat atau dingin
- Saringlah dan minum 3 x 1 gelas tiap hari
- Ramuan ini bisa disiapkan dengan menggunakan alat yang terbuat dari tanah liat, porselen, stainless steel, maupun enamel.
Aturan minum ramuan ini adalah 3 x 1 gelas sesudah makan setiap hari.
Hasil penelitian Badan Litbangkes pada 2011 dengan pre-post test design selama 28 hari, menunjukkan ramuan jamu saintifik penurun tekanan darah tinggi dapat menunrunkan tekanan darah tinggi secara bermakna setelah pemberian selama 28 hari.
Hasil penelitian Triyono, A dkk., pada tahun 2104 di B2P2TOOT Tawangmangu dengan judul Study Klinik Dua Sediaan Formula Jamu Penurun Tekanan Darah pada 60 subjek dengan hipertensi grade 1 selama 56 hari, menunjukkan hasil: Pemberian sediaan rebusan simplisia ramua jamu saintifik penurun tekanan darah dapat menurunkan tekanan darah subjek penelitian sebanding dengan penurunan tekanan darah dengan perlakuan seduhan serbuk ramuan jamu saintifik penurun tekanan tekanan darah.
Pemberian sediaaan rebusan simplisia ramuan jamu saintifik penurun tekanan darah dapat menghilangkan gejala klinis hipertensi, seperti pusing atau sakit kepala, tengkuk kaku atau cengeng dan pegal linu.
Pemberian sediaan rebusan simplisia ramuan jamu saintifik penurun tekanan darah selama 56 hari menaikkan skor kualitas hidup setara dengan kenaikan skor kualitas tidur akibat pemberian sediaan seduhan serbuk ramuan jamu saintifik penurun hipertensi.
Pemberiaan sediaaan rebusan siplisia ramuan jamu saintifik enurun tekanan darah dan sediaan seduhan serbuk ramuan jamu saintifik penurun tekanan darah selama 56 hari tidak ditemukan efek samping yang serius, serta tidak mengganggu fungsi hati, ginjal, dan darah rutin.
(TribunJogja/Noristera Pawestri)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Bagaimana-Cara-Memeriksa-Tekanan-Darah-Sendiri-Berikut-Alat-Tips-Membaca-Angka-Sistolik-Diastolik.jpg)