Tips Kesehatan

Waspada Hipertensi: Stres dan Cemas Bisa Memicu Tekanan Darah Tinggi, Ini Penjelasan Ahli Jantung

Apakah stress dan kecemasan bisa memicu tekanan darah tinggi atau hipertensi? Berikut penjelasan ahli jantung preventif Luke Laffin. 

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Yoseph Hary W
kompas.com
cemas - Stress dan cemas memicu gaya hidup yang membuat tekanan darah naik 

TRIBUNJOGJA.COM - Salah satu cara menurunkan tekanan darah tinggi adalah dengan mengurangi tingkat stress dan kecemasan. Sebaliknya, Anda perlu berhati-hati bila sering dilanda stress dan cemas karena hipertensi mengintai. 

Apakah stress dan kecemasan bisa memicu tekanan darah tinggi atau hipertensi? Berikut penjelasan ahli jantung preventif Luke Laffin. 

Ilustrasi Cemas - Stress dan cemas bisa memicu gaya hidup yang berisiko pada hipertensi
Ilustrasi Cemas - Stress dan cemas bisa memicu gaya hidup yang berisiko pada hipertensi (hindustantimes.com)

Luke Laffin membeberkan penjelasan mengenai stress dan tekanan darah tinggi bisa saling terkait secara tidak langsung.

Menurutnya, stres dapat memengaruhi kebiasaan gaya hidup Anda dan meningkatkan risiko masalah kesehatan.

“Stres dapat bermanifestasi sebagai kebiasaan gaya hidup tidak sehat yang pada akhirnya dapat memengaruhi risiko kardiovaskular Anda,” ucap Laffin.

Ketika Anda mengalami stres kronis, hal-hal berikut ini bisa terjadi:

- Kurang tidur atau lebih buruk.

- Tidak banyak berolahraga.

- Membuat pilihan makanan yang tidak sehat.

- Merokok, minum atau menyalahgunakan obat-obatan.

Catatan penting, semua kebiasaan ini dapat menyebabkan tekanan darah tinggi dan meningkatkan risiko stroke atau masalah jantung lainnya.

Stress dan tekanan darah memang terkadang terasa seakan saling berhubungan. Saat Anda mulai merasakan stres dan cemas, denyut nadi biasanya menjadi lebih cepat dan suasana hati mulai memburuk.

Stres dan kecemasan sering membuat tekanan darah meningkat.  Apa hubungan sebenarnya antara stres, kecemasan dan tekanan darah?

Luke Laffin mengatakan bahwa kecemasan dan stres sebenarnya tidak selalu memicu tekanan darah untuk jangka panjang, Tribun Jogja mengutip dari laman Cleveland Clinic via kompas.com.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved