Berita Kota Magelang Hari Ini

Lapak Mewarnai Styrofoam Jadi Magnet Bagi Pengunjung Anak-Anak di Alun-alun Kota Magelang

Lapak mewarnai styrofoam menjadi magnet bagi para pengunjung terutama anak-anak ketika mendatangi Alun-alun Kota Magelang.

TRIBUNJOGJA.COM/ Nanda Sagita Ginting
Suasana lapak mewarnai di Alun-alun Kota Magelang, Minggu (24/07/2022). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting

TRIBUNJOGJA.COM, KOTA MAGELANG - Lapak mewarnai styrofoam menjadi magnet bagi para pengunjung terutama anak-anak ketika mendatangi Alun-alun Kota Magelang.

Salah satu lapak milik Lina (36) misalnya, terlihat ramai dengan anak-anak yang sibuk mewarnai styrofoam yang sudah diberi sketsa berbagai karakter, seperti kartun, super hero, hingga pemandangan.

Lina menuturkan, saat akhir pekan dirinya bisa menjual sebanyak 30 styrofoam.

Baca juga: SMK Bina Putra Jakarta Selatan Juarai Berbagai Lomba Desain Grafis, Ini Prestasinya

Sedangkan, pada hari biasa mampu menjual hingga 15 styrofoam.

"Kalau ramai itu, biasanya akhir pekan seperti malam minggu, bisa terjual hingga 30-an. Biasanya, anak-anak yang datang itu umur 3 sampai 6 tahunan. Tapi, tak jarang juga yang datang malah orang dewasa atau bahkan anak-anak usia remaja," ujarnya, Minggu 

Dengan bermodalkan styrofoam persegi panjang, alat lukis, cat warna, bangku pendek serta triplek sebagai dudukan styrofoam, ia jajakan sarana untuk belajar melukis atau mewarnai kepada anak-anak.

Anak-anak yang akan mewarnai bisa memilih karakter yang akan dilukisnya.

Serta, disediakan tempat beserta alat lukisnya.

Anak-anak pun diberi kebebasan untuk mengasah kreativitas dan imajinasinya.

"Untuk itu semua, perlu membayar Rp10 ribu untuk satu styrofoam. Setelah melukis anak-anak diperbolehkan membawa hasilnya," ucapnya.

Sementara itu, ia mengaku baru bisa bangkit berjualan setelah pandemi mulai melandai.

Sebelumnya, dirinya sempat menutup dagangannya hampir 6 bulan lamanya.

Baca juga: Salad Cuscis Kampanyekan Hidup Sehat Lewat Senam Massal dan Produk Unggulan

"Alhamdullilah, ini baru bisa berangsur berjualan normal lagi. Kalau kemarin kan, sempat tutup tak berjualan karena pandemi tinggi dan PPKM juga itu," tuturnya.

Sementara itu, salah satu orang tua Retno (40) warga Temanggung mengaku, sangat senang adanya lapak mewarnai yang dapat membantu kinerja motorik anak.

"Senang sekali ya, karena memang banyak hal positifnya dari mewarnai ini, salah satunya bisa melatih motorik serta menampung ekspresi anak dalam menuangkan idenya. Ini, jauh-jauh dari Temanggung karena memang anak yang mengajak ke sini, mau melukis ini juga," urainya. (ndg)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved