Berita Sleman Hari Ini

UFO Monument Pertama di Indonesia Diresmikan di Sekitar Area Crop Circle Berbah Sleman

Lokasi UFO Monument yang berada di seberang crop circle dijelaskannya sangat stategis yakni dengan mengarah ke titik tengah circle tersebut.

Penulis: Neti Istimewa Rukmana | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM/ Neti Rukmana
UFO Monument diresmikan oleh Ketua Yayasan Yogyakarta Seni Nusantara, Kanjeng Pangeran Haryo Wironegoro, dan Direktur Indonesia Space Science Society sekaligus Penggagas Indonesia UFO Network, Venzha Christ, di Padukuhan Krasaan, Kalurahan Jogotirto, Kapanewon Berbah, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis (21/7/2022) sore. 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Peristiwa crop circle atau tanaman yang berbentuk melingkar secara misterius di suatu area persawahan tepat di Padukuhan Krasaan, Kalurahan Jogotirto, Kapanewon Berbah, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada 23 Januari 2011 silam, ternyata masih terus diingat jelas oleh Basori (51), seorang warga dari Padukuhan Krasaan.

Pasalnya, dia telah mendengar suara seperti suara motor yang halus dari area sawah di mana terletak tidak jauh dari rumahnya, sekitar pukul 22.00 WIB.

Kala itu, Basori tidak memperhatikan suara yang ada.

"Suaranya nggak lama," katanya, kepada awak media di UFO Monument, tepat di seberang crop circle itu atau di Padukuhan Krasaan, Kamis (21/7/2022) sore.

Pada saat malam itu, kondisi di sekitar rumahnya masih sepi atau tidak terdapat aktifitas yang ramai. 

Keesokan harinya, ketika ia hendak melihat sawah tiba-tiba terlihat beberapa padi  dengan lahan enam petak rusak dan roboh.

Baca juga: Disdikpora Bantul Berencana Regrouping Sekolah yang Kurang Siswa Selama 3 Tahun Berturut-turut

Padahal padi tersebut telah memiliki usia tiga bulan dan segera memasuki musim panan.

Setelah dilakukan pengecekan lebih lanjut dari jarak jauh, lahan dari padi yang rusak tersebut membentuk seperti lingkaran yang memiliki motif.

Dikatakannya, hal itu diketahui saat pemilik sawah tersebut datang dan mengetahui terdapat fenomena yang tidak biasa, sehingga membuat pemilik sawah tersebut harus beranjak menaiki Bukit Suru di dekat area crop circle dan mendokumentasikan menggunakan kamera miliknya untuk diunggah ke dalam YouTube.

Beberapa saat kemudian unggahan tersebut viral.

Akibat dari hal tersebut, lokasi crop circle ramai dikunjungi oleh orang-orang dari berbagai daerah di Indonesia hingga negara lain selama tiga bulan.

Kendati demikian, saat itu dia bersama warga di sekitarnya belum ada yang mengetahui asal penyebab fenomena tersebut.

Setelah beberapa lama kemudian pemilik sawah tersebut tetap melakukan aktifitas tanam padi seperti biasanya.

Bahkan, tidak ada perubahan mengenai kesuburan tanah akibat fenomena itu.

"Dulu waktu ada penelitian dari mahasiswa dari Semarang, katanya ada akar yang terbakar. Tapi, pengaruh di tanah itu sendiri tidak apa-apa. Nyatanya sampai sekarang masih subur saja," lanjutnya.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved