Berita Bantul Hari Ini

Tiga Orang Anak Tersengat Ubur-ubur di Pantai Parangtritis Bantul

Ubur-ubur sudah mulai terlihat di wilayah pantai selatan Kabupaten Bantul , termasuk di Pantai Parangtritis . Tim SAR pun mengimbau agar wisatawan

Penulis: Santo Ari | Editor: Kurniatul Hidayah
istimewa
Tim SAR memberikan pengobatan kepada wisatawan yang tersengat Ubur-ubur , Selasa (12/7/2022) 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Ubur-ubur sudah mulai terlihat di wilayah pantai selatan Kabupaten Bantul , termasuk di Pantai Parangtritis .

Tim SAR pun mengimbau agar wisatawan mewaspadai sengatan Ubur-ubur saat bermain air di pantai.

Serbuan Ubur-ubur ini pun telah memakan korban, tiga orang wisatawan tersengat Ubur-ubur di Pantai Parangtritis pada Selasa (12/7/2022) siang kemarin.

Baca juga: Tol Yogyakarta-Solo Bakal Dilengkapi Jalur Sepeda, Bupati Klaten: Semoga Usulan Kami Disetujui

Koordinator SAR Satlinmas Wilayah III Bantul yang meliputi Parangtritis sampai Pantai Depok, Muhammad Arief Nugraha mengungkapkan bahwa pada hari Senin kemarin Ubur-ubur masih terpantau di tengah laut, dan sehari kemudian Ubur-ubur sudah terpantau di pesisir pantai Parangtritis. 

“Kemarin ada tiga wisatawan yang tersengat Ubur-ubur . Kalau hari ini, sampai siang ini tidak ada," ujarnya saat dihubungi Rabu (13/7/2022).

Arief mengungkapkan dari tiga wisatawan yang tersengat Ubur-ubur, semuanya adalah anak-anak.

Menurut dia, anak-anak rawan tersengat Ubur-ubur karena melihat ubur-ubur bentuknya yang lucu sehingga tertarik untuk memegangnya atau bahkan dibuat mainan.

"Ketiga wisatawan yang tersengat Ubur-ubur tersebut cukup diberi ramuan seperti cuka dan salep. Tidak ada yang sampai dibawa ke rumah sakit," imbuhnya.

Ia menerangkan, Ubur-ubur ini biasanya muncul saat suhu air laut dingin yakni sekitar bulan Juli hingga bulan September.

Ia pun mengimbau kepada wisatawan untuk berhati-hati dan tidak memegang Ubur-ubur atau menghindarinya saat bermain air di pantai.

"Bagi orang dewasa yang tersengat ubur-ubur masih bisa menahan sakitnya namun bagi anak-anak terkadang menangis dan meronta-ronta kesakitan pada bagian kulit yang tersengat Ubur-ubur beracun," capnya.

Baca juga: Tingkatkan IPM, Bupati Gunungkidul Minta Warganya Manfaatkan Program Pendidikan Paket C dan B

Dengan adanya potensi serangan ubur-ubur tiap tahun, pihaknya telah mengantisipasi dengan menyiapkan obat-obatan, termasuk menyiapkan oksigen bagi wisatawan yang kesulitan bernafas akibat menahan sakitnya sengatan Ubur-ubur .

"Ini fenomena tahunan, kita sudah siapkan obat-obatan, oksigen hingga petugas SAR yang akan mengobati wisatawan yang tersengat Ubur-ubur . Mobil ambulans juga siap jika wisatawan harus dilarikan ke rumah sakit terdekat," ungkapnya. (nto)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved