Berita DI Yogyakarta Hari Ini
Lestarikan Budaya Indonesia, Disbud DIY dan TBY Gelar Karya Sang Maestro
Pagelaran itu bertujuan untuk membangun arti penting sebuah apresiasi dalam penghargaan seorang maestro khususnya kepada Didik Nini Thowok.
Penulis: Neti Istimewa Rukmana | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudhayan) DI Yogyakarta dan UPTD Taman Budaya Yogyakarta, melalui Seksi Penyajian dan Pengembangan Kebudayaan menyelenggarakan Gelar Karya Maestro 2022.
Tentunya, pagelaran itu bertujuan untuk membangun arti penting sebuah apresiasi dalam penghargaan seorang maestro khususnya kepada Didik Nini Thowok .
Sehingga hal itu menjadi penanda alam memaknai momen penghargaan.
"Kami memiliki komitmen yang kuat untuk terus melestarikan dan mengembangkan kebudayaan bangsa Indonesia pada umumnya, Yogyakarta khususnya agar tetap mangakar dengan cara menghargai karya seorang tokoh yang secara konsisten terus berkarya dan berkontribusi secara aktif dan intens," ucap Kepala Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY, Dian Lakshmi Pratiwi, dalam sambutannya di Taman Budaya Yogyakarta, Selasa (28/6/2022) sore.
Baca juga: Rayakan Ulang Tahun ke 141, Klenteng Poncowinatan Bakal Gelar Pentas Kesenian Budaya Tionghoa
Esensi penghargaan Maestro itu diharapkan mampu memotivasi insan-insan seniman atau budayawan Indonesia secara umum.
Terlebih, khususnya di Yogyakarta melalui karya yang ditunjukkan dengan karyanya dapat dinikmati masyarakat secara luas, terutama generasi muda yang menjadi gilirannya dapat memperkuat jati diri, identitas budaya bangsa, dan karakter bangsa.
Ia pun memaparkan, maestro seni adalah orang yang ahli di bidang seni, mempunyai gagasan baru dalam penemuan seni tersebut atau membuat suatu karya-karya baru yang belum pernah ada sebelumnya.
Sehingga, karya itu dapat bersifat abadi dan mempunyai keunggulan pada jamannya atau melalui sebuah kajian seni.
Seniman tari kelahiran Jawa Tengah, Didik Nini Thowok, menjelaskan, penghargaan maestro yang didapatkan olehnya menjadi bagian penghargaan yang luar biasa.
"Gelar maestro itu kan tidak ringan, karena orang yang menghargai bukan saya sendiri," ujarnya.
Akan tetapi, gelar tersebut menjadi tanggung jawabnya untuk terus konsisten dalam bidang seni sampai akhir hayat.
Bahkan sambungnya, ia telah mengabdikan dirinya kepada kesenian.
Disinggung terkait dinamika seni pada era modern ini, pihaknya juga menyampaikan untuk harus menyesuaikan situasi dan kondisi.
"Memang sekarang media sosial sangat-sangat meracuni generasi muda. Tapi, saya bersyukur dari instansi maksudnya kementerian, juga menggelontorkan program-program yang sangat bagus untuk kemajuan budaya," imbuhnya.
Sebab menurutnya, pengaruh dari era modernisasi akan terus terjadi sehingga setiap orang juga perlu untuk menjaga kelestarian budaya masing-masing.
"Caranya adalah dengan menggunakan sanggar, kemudian banyak generasi muda yang muncul dan mencintai budaya,"tutupnya.
Baca juga: Penataan Fasad Malioboro Baru Menuju Warisan Budaya Dunia
Sebagai informasi tambahan, Didik Nini Thowok atau yang memiliki nama asli Didik Hadiprayitno, lahir di Temanggung, Jawa Tengah pada 13 November 1954.
Didik Nini Thowok merupakan seorang lulusan Institut Seni Indonesia Yogyakarta pada tahun 1982.
Ketenaran Didik Nini Thowok pun telah sampai ke seluruh Indonesia karena gayanya yang unik yaitu menggabungkan tarian klasik, folk, modern dan komedi.
Dia adalah satu di antara seniman yang melanjutkan tradisi panjang " Cross Gender Tradisional" dalam bentuk tarian.
Bakatnya dalam meniru karakter wanita serta keahliannya yang luar biasa dalam berbagai tradisi tarian seperti topeng, tari Sunda, Cirebon, Bali, dan tentu saja Jawa Tengah, membuat kagum penonton dalam menentukan jenis kelamin artis.
Nama Didik Nini Thowok identik dengan pola gerakan tarian lucu.
Tidak hanya itu saja, di atas panggung ia dapat berubah menjadi penari centil dan ceria. ( Tribunjogja.com )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Lestarikan-Budaya-Indonesia-Disbud-DIY-dan-TBY-Gelar-Karya-Sang-Maestro.jpg)