Akhir Cerita Gadis Muda Asal Wonogiri yang Menghilang Setahun Silam, Pulang dalam Kondisi Hamil

Gadis muda asal Kecamatan Sidoharjo, Wonogiri M (17) yang menghilang dari rumah sejak setahun silam akhirnya pulang ke rumah dalam kondisi hamil

Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
NET
Tes Kehamilan menggunakan test pack 

TRIBUNJOGJA.COM, WONOGIRI - Gadis muda asal Kecamatan Sidoharjo, Wonogiri M (17) yang menghilang dari rumah sejak setahun silam akhirnya pulang ke rumah.

Saat pulang ke rumah orang tuanya beberapa waktu yang lalu, M diketahui tengah berbadan dua alias sedang hamil.

Saat diperiksa oleh dokter kandungan, M dinyatakan sedang hamil 5 bulan.

Namun soal siapa sosok ayah bayi yang dikandungnya, M memilih untuk diam.

Tak hanya hamil, M saat ini lebih banyak diam dan murung.

Orang tuanya pun berharap agar orang yang membawa kabur anaknya selama setahun terakhir bisa diproses sesuai dengan hukum yang berlaku.

Dikutip dari Tribunsolo.com, M pulang ke rumah orang tuanya pada Jumat (1/4/2022) lalu.

Ayah M, Gatot Subroto mengungkapkan anaknya mengalami perubahan besar setelah pulang.

Saat ini M memilih jarang bergaul dengan teman-temannya.

"Putri saya kerap murung. Saat ini juga hamil lima bulan, malah bilang mau bunuh diri kalau ini dilaporkan ke polisi," kata dia, kepada TribunSolo.com, Jumat (24/6/2022).

Kehamilan M menurutnya diketahui usai dilakukan pemeriksaan oleh dokter kandungan.

Selain itu, M juga tidak mengalami menstruasi usai pulang.

Baca juga: Sudah 3 Pekan Gadis Cantik Asal Wonogiri Kabur, Orangtua Nekat Motoran ke Jakarta Cari Meyda

Pihak keluarga menginginkan kasus tersebut menemui titik terang. Termasuk, siapa pelaku yang membawa pergi M selama hampir satu tahun dan siapa yang menghamili M.

Selain itu, keluarga juga mengharapkan ada tindakan kepada pelaku yang membawa anaknya itu. Terlebih, Gatot mengatakan orang yang diduga membawa putrinya sudah kembali di Kecamatan Girimarto.

Ayah M juga menyebut, putrinya seringkali meminta agar laporan ke polisi untuk dicabut dengan ancaman akan bunuh diri.

M diketahui juga sangat tertutup dengan orang tuanya soal siapa yang menghamilinya. Dia lebih terbuka dengan Tardi, yang tidak lain adalah kakeknya.

"Kalau sama mbahnya sedikit-sedikit memang mau cerita. Bahkan saat saya tanya yang menghamili siapa dia juga mengaku, katanya yang menghamilinya adalah orang yang membawanya pergi setahun lalu, tapi selanjutnya dia bilang mumet mbah, lalu nangis,” kata Tardi.

M juga diketahui mendapatkan ancaman dari orang yang diduga membawanya pergi dari rumah. Hal tersebut diketahui pertama kali oleh ibu M.

Saat itu, ibu M memeriksa handphone M dan melihat ada pesan yang berisi ancaman jika kasus tersebut berlanjut ke pihak polisi, keluarga M akan dihabisi.

"Ancamannya lewat HP M. Tapi sekarang HP nya dirampas oleh orang itu. Sekitar satu bulan lalu. M menyerahkan Hp-nya karena nurut sama orang itu," ujar Tardi.

Pihaknya sangat berharap ada perlindungan yang diberikan oleh pihak kepolisian. Selain itu, juga kasus ini diusut sampai tuntas.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Wonogiri AKP Supardi menuturkan, pihak keluarga satu tahun lalu pernah melaporkan anak hilang.

Saat M dimintai keterangan, M mengaku bahwa pulang sendiri tanpa ada yang membawa. Pihaknya juga sulit mendapat informasi karena M selalu bungkam.

"Kesulitan kita di situ. Anak tersebut saat kita mintai keterangan jawabannya satu, mengaku kalau pergi sendiri dan pulang sendiri. Itu saja, tidak ada yang lain," kata Kasatreskrim.

AKP Supardi menambahkan, pihaknya berkoordinasi dengan dinas terkait untuk memberikan pendampingan psikologis. (*)

 

Sumber: Tribun Solo
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved